ADVERTISEMENT

Heboh Kisah Fahri Buta Warna Gagal Jadi Bintara, Ini Penjelasan Polri

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 03 Jun 2022 16:24 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko (Dok. Polri)
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko (Dok. Polri)
Jakarta -

Seorang pemuda bernama Fahrifadillah Nur Rizky (21) dinyatakan gagal masuk pendidikan bintara Polri setelah dinyatakan buta warna. Menanggapi hal tersebut, Polri menjelaskan pentingnya seorang personel kepolisian tak boleh mengidap buta warna parsial.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan, seorang anggota kepolisian harus bisa membedakan berbagai macam warna dari barang bukti penyitaan sebuah kasus sehingga dapat bersaksi saat memberi keterangan kala bersidang.

"Sehingga pada saat sebagai penyidik atau saksi di persidangan bisa membedakan warna tersebut, terutama warna merah, hijau, dan cokelat," kata Gatot kepada wartawan, Jumat (3/6/2022).

Selain itu, Gatot menyebut setiap personel Polri harus siap ditempatkan di bidang mana pun. Dia berkata, kelainan buta warna dapat menghambat seorang polisi dalam menjalankan tugas.

"Polisi bisa ditempatkan di satker mana pun, reserse, Brimob, lalu lintas, dokkes, dan lainnya. Polisi yang ditempatkan di pasukan Brimob dan Shabara untuk kondisi di hutan atau lapangan dengan warna yang banyak atau warna-warni akan menjadi kebingungan untuk membedakan warna, terutama cokelat dan hijau," terang Gatot.

Polisi Gugurkan Fahri

Seperti diketahui, kasus Fahrifadillah Nur Rizky (21) yang gagal masuk pendidikan bintara Polri menimbulkan polemik. Fahri dinyatakan gagal karena buta warna parsial setelah ia dinyatakan lulus seleksi tahap I.

Pemuda asal Pekayon, Jakarta Timur, ini dinyatakan buta warna parsial pada saat tim supervisi melakukan tes ulang. Atas dasar temuan ini, Polda Metro Jaya menyatakan keputusan menggugurkan Fahri itu sudah final.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan mengatakan, dari hasil supervisi tersebut, Fahri dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi anggota Polri karena buta warna parsial. Keputusan panitia seleksi menggugurkan Fahri dalam seleksi calon Bintara Polri tidak akan berubah.

"Sikap Polda Metro Jaya hingga sampai hari ini kami tidak akan mengubah keputusan itu, karena keputusan tersebut dapat dipertanggungjawabkan," ujar Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Zulpan menyatakan pihaknya memiliki rekaman saat tes buta warna yang dilakukan tim supervisi kepada Fahri. Dari hasil pendalaman tersebut, Polda Metro Jaya menegaskan Fahri gugur dalam seleksi.

"Adapun hasilnya, kita juga memiliki data, rekaman pada saat dilakukan uji ulang tersebut yang bersangkutan memang tidak mampu melewati tes sehingga yang bersangkutan dinyatakan buta warna parsial, sehingga tidak dapat mengikuti pendidikan sebagai anggota Polri," tuturnya.

Simak 'Video Fahri Calon Bintara Gagal Saat Tes Buta Warna Diungkap':

[Gambas:Video 20detik]



Simak penjelasan Fahri di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT