Jimly Asshiddiqie: Pancasila Adalah Hasil Pemikiran Kolektif Bangsa

ADVERTISEMENT

Jimly Asshiddiqie: Pancasila Adalah Hasil Pemikiran Kolektif Bangsa

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 19:24 WIB
Jimly Asshiddiqie
Foto: MPR
Jakarta -

Anggota MPR dari Kelompok DPD Jimly Asshiddiqie mengungkapkan Constitutional Identity atau identitas konstitusional menjadi satu konsep baru yang sering menjadi bahan diskusi para ahli konstitusi di berbagai forum dunia dalam 10 tahun belakangan. Menurutnya, konsep tersebut menarik untuk dikaji dan didalami.

Dalam kajiannya, Jimly pun menemukan bahwa identitas konstitusional dalam berbangsa dan bernegara yang dimiliki rakyat Indonesia adalah lima sila dalam Pancasila.

"Karena saya rasa perlu untuk disampaikan ke masyarakat Indonesia, kemudian saya bukukan dengan judul 'Pancasila: Identitas Konstitusi Berbangsa dan Bernegara'. Buku ini terbit pada tahun 2020. Saya sangat apresiasi dan berterima kasih kepada Perpustakaan Humas Setjen MPR yang mengangkat buku saya ini menjadi tema diskusi. Apalagi hari ini masih dalam suasana memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni jadi momennya sangat tepat," kata Jimly dalam keterangannya, Kamis (2/6/2022).

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri acara Bicara Buku Pustaka Bersama Wakil Rakyat di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen. Dalam kesempatan ini, Jimly membahas bukunya yang berjudul 'Pancasila: Identitas Konstitusi Berbangsa dan Bernegara'.

Lebih lanjut, Jimly mengatakan Pancasila merupakan hal penting bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, ia mengingatkan agar seluruh rakyat bersama-sama menanamkan kesadaran dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Hal ini termasuk kesadaran tentang pentingnya memperingati Hari Lahir Pancasila.

Tak hanya itu, Jimly mengajak generasi milenial untuk terus menjaga dan meningkatkan tradisi membaca dan menulis buku. Sebab, kata Jimly, membaca dan menulis adalah ciri kemajuan peradaban suatu bangsa.

"Yang perlu dipahami rakyat terutama generasi milenial, Pancasila itu adalah hasil pemikiran kolektif bangsa. Maka dari itu para pemuda Indonesia harus mempelajari serta memahami sisi sejarah dari Pancasila itu sendiri dan tokoh-tokoh bangsa yang berperan dalam penggalian dan perumusannya, seperti Bung Karno, Soepomo dan M. Yamin," ujarnya.

"Setelah memahami sejarah, dalam konteks kekinian kita semua harus memiliki rasa bangga kepada Pancasila, caranya dengan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara tersebut, Pelaksana Tugas Deputi Administrasi Setjen MPR RI Siti Fauziah, SE, MM, Kepala Perpustakaan Setjen MPR Yusniar, Ketua Bidang Pendidikan Seni Budaya dan Pariwisata DPP Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Dr (c) Soenarto Sardiatmadja, MBA, MM sebagai narasumber, Wisesa Utama Dewan Ketahanan Nasional Dr. Epin saepudin, M.Pd sebagai narasumber dan para anggota DPP PCTA, perwakilan Asia Africa Reading Club, Mahasiswa UIN Banten, serta perwakilan komunitas Relawan Literasi (Relasi) sebagai peserta.

(ncm/ncm)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT