ADVERTISEMENT

Polri: AKBP Brotoseno Jadi Staf Tanpa Jabatan, Bukan Penyidik

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 15:20 WIB
AKBP Raden Brotoseno divonis hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (14/6/2017). Brotoseno disebut terbukti bersalah menerima suap.
Brotoseno (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Mabes Polri menegaskan Raden Brotoseno tidak bertugas sebagai penyidik. Saat ini Raden Brotoseno tidak memiliki jabatan dan bertugas sebagai staf.

Raden Brotoseno merupakan mantan Kanit V Subdit III Dittipidkor Bareskrim Polri. Raden Brotoseno kini bertugas di Divisi Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Polri.

"Dia sekarang diperbantukan di Div TIK Polri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (2/6/2022).

Ramadhan mengatakan Raden Brotoseno bekerja sebagai staf di Divisi TIK Polri. Dia tak menjelaskan secara detail sejak kapan Raden Brotoseno bertugas di Divisi TIK Polri.

"Staf, bukan penyidik. Belum ada jabatan. Sejak kapan belum tahu," ujar Ramadhan.

3 Alasan AKBP Brotoseno Tak Dipecat

Sebelumnya, Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo membeberkan tiga hal yang menjadi pertimbangan AKBP Raden Brotoseno tak dipecat meski terjerat kasus korupsi dan divonis bersalah oleh pengadilan. Pertimbangan pertama adalah penyuap Brotoseno, yakni Haris Arthur Haidir, dibebaskannya oleh majelis hakim di tingkat kasasi.

"Hasil putusan sidang Komisi Kode Etik Polri mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut, rangkaian kejadian penyuapan terhadap AKBP R Brotoseno dari terpidana lain atas nama Haris Artur Haidir (penyuap) dalam sidang kasasi dinyatakan bebas (2018); Nomor Putusan: 1643-K/pidsus/2018, tanggal 14-11-2018," kata Ferdy dalam keterangan tertulis pada Senin (30/5).

Pertimbangan kedua ialah AKBP Brotoseno sudah dihukum selama 3 tahun 3 bulan dari vonis 5 tahun penjara yang diputuskan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat. AKBP Brotoseno bebas bersyarat karena dinilai berkelakuan baik selama di dalam penjara.

Pertimbangan ketiga ialah prestasi dan perilaku baik AKBP Brotoseno selama bertugas di kepolisian, terlepas dari pelanggaran Brotoseno menerima suap.

"Adanya pernyataan atasan, AKBP R Brotoseno dapat dipertahankan menjadi anggota Polri dengan berbagai pertimbangan prestasi dan perilaku selama berdinas di kepolisian," tutur Ferdy.

Dia menyebut AKBP Brotoseno menerima keputusan sidang KKEP dan tak mengajukan banding.

Lihat juga video 'Bupati Langkat Nonaktif Jadi Saksi di Kasus Suap Proyek':

[Gambas:Video 20detik]



(rak/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT