ADVERTISEMENT

Kata Sakti Jokowi Dimulai: Dulu Nggak Mikir Sekarang Ojo Kesusu

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 12:52 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Foto: Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden).
Jakarta -

Banyak pihak menyebut Presiden Jokowi sedang mencari penerus terbaik untuk memimpin Indonesia berikutnya. Hanya Jokowi dan Tuhan yang tahu sosok capres yang bakal dapat dukungan untuk meneruskan langkah Jokowi, namun kode-kode mulai bermunculan, tahun politik mulai memainkan perannya.

"Kata sakti Pak Jokowi, dulu ora mikir sekarang ojo kesusu," kata Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, saat berkunjung ke Gedung Transmedia, Selasa (31/5/2022) kemarin.

Kata 'ojo kesusu' yang disampaikan Jokowi di pembukaan Rakernas Projo di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Sabtu (21/5/2022) memang jadi bahasan politik panas. Lantaran pada saat bersamaan Jokowi juga bicara 'walaupun mungkin yang di dukung ada di sini' di acara yang juga dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranwo itu.

Kemudian banyak pihak menerjemahkan kata 'ojo kesusu' yang disampaikan Jokowi itu sebagai kode dukungan terselubung kepada Ganjar Pranowo. Projo tak mau ikut dalam spekulasi itu dan memilih taat kepada Jokowi, ora kesusu alias tak buru-buru soal Pilpres 2024.

Satu kata sakti lainnya kerap diucapkan Jokowi jelang Pilpres 2014 silam. Kala itu Jokowi selalu menjawab 'nggak mikir' setiap ditanya soal kans-nya di Pilpres 2014. Setelah memenangkan Pilgub DKI tahun 2012 silam nama Jokowi memang langsung masih bursa capres, elektabilitas mantan Wali Kota Solo itu juga terus naik kala itu bahkan mengalahkan Prabowo Subianto yang sebelumnya selalu menjadi primadona capres kala itu.

Namun kala itu Jokowi tak pernah menampakkan ambisinya. Kata 'nggak mikir' selalu dilontarkan setiap ada pertanyaan soal pilpres. Elite PDIP pun sama sekali tidak mau ikut dalam ramainya isu soal pencapresan Jokowi. Seiring waktu elektabilitas Jokowi terus menanjak naik sinyal pencapresan pun datang dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pencapresan Jokowi semakin menguat sejak Maret 2014. Kala itu muncul isu Jokowi yang selalu bilang 'nggak mikir' diisukan santer bakal dideklarasikan pada H-1 Pileg agar elektabilitas PDIP terdongkrak signifikan. Mendekati Pileg 9 April 2014, kabar pencapresan Jokowi semakin santer.

Tepatnya sehari setelah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengajak Jokowi nyekar ke Makam Bung Karno di Blitar pada Maret 2014 silam, muncul isu santer Jokowi bakal dideklarasikan jadi capres PDIP. Jokowi sempat diagendakan bakal ada acara bersama Mega di Kota Tua, Jakarta Barat.

Namun demikian deklarasi pencapresan Jokowi mundur lantaran Megawati membatalkan kunjungan bersama Jokowi. Akhirnya pada Jumat 14 Maret 2014 siang Jokowi yang sedang blusukan ke Kampung Si Pitung di Marunda, mendapatkan telepon dari Megawati. Jokowi yang awalnya selalu bilang 'nggak mikir' pun langsung mengumumkan pencapresannya.

"Saya telah mendapatkan mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk jadi capres. Dengan mengucap bismillah, saya siap melaksanakan," kata Jokowi di Rumah Si Pitung, Marunda, Jakarta Utara, Jumat (14/3/2014). Pernyataan Jokowi ini disampaikan setelah Mega membacakan Surat Perintah Harian yang berisi pencapresan Jokowi di hadapan pengurus DPP PDIP di Lenteng Agung.

Lantas apakah kata sakti Jokowi yang dulu mengantar Jokowi ke Pilpres 2014 silam bakal mengantar jagoan Jokowi menuju Pilpres 2024?

Simak Video 'Respons PDIP saat Jokowi Beri Kode Dukungan ke Ganjar: Itu Ice Breaking':

[Gambas:Video 20detik]



(van/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT