Ganjar di Antara Kode Jokowi dan Serangan Loyalis Megawati

ADVERTISEMENT

Ganjar di Antara Kode Jokowi dan Serangan Loyalis Megawati

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 12:09 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat mengajak pembaca detikJateng kirimkan cerita mudik Lebaran ke detikJateng, April 2022
Ganjar Pranowo (Foto: dok. detikJateng)
Jakarta -

Ganjar Pranowo baru saja mendapatkan kode keras dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pilpres 2024. Namun langkah Ganjar menuju Pilpres 2024 masih jauh. Dia mendapat kode tak kalah keras dari anak buah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Adalah elite PDIP Trimedya Panjaitan yang secara frontal melontarkan serangan tajam ke Gubernur Jawa Tengah itu, yang sempat disebut mendapat kode keras dukungan Jokowi ke Pilpres 2024. Sebagai sesama kader PDIP, Trimedya bahkan berani mengkritik keras capaian kinerja Ganjar Pranowo selama menjabat Gubernur Jawa Tengah.

"Ganjar apa kinerjanya 8 tahun jadi gubernur selain main di medsos? Apa kinerjanya? Tolong gambarkan track record Ganjar di DPR, kemudian sebagai gubernur. Selesaikan Wadas itu, selesaikan rob itu. Berapa jalan yang terbangun, kemudian sekarang diramaikan kemiskinan di Jateng malah naik. Tolong masyarakat juga apple to apple memperbandingkan," kata Trimedya Panjaitan kepada wartawan, Rabu (1/6/2022).

Trimedya, yang dikenal sebagai loyalis terdepan Megawati Soekarnoputri, pun lantas menyebut Ganjar kemlinthi. Trimedya menekankan seharusnya Ganjar sebagai salah satu kader yang tergolong lama paham karakter PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Kalau kata orang Jawa kemlinthi ya, sudah kemlinthi dia, harusnya sabar dulu. Dia jalankan tugasnya sebagai Gubernur Jateng, dia berinteraksi dengan kawan-kawan struktur di sana, DPD, DPC, DPRD provinsi, DPRD kab/kota, itu baru," ujar Trimedya, yang juga Wakil Ketua MKD DPR.

Trimedya memandang Ganjar seharusnya bersabar tak buru-buru menatap Pilpres 2024. Ia meminta Ganjar membuktikan terlebih dahulu kerja di Jawa Tengah dan di partai. "Ini kan kelihatan main semua, ke mana-mana semua, jalan ke Medan, ke Makassar. Ya kita ketawa-ketawa saja pada saat PON Papua ada yang teriak Ganjar... Ganjar.... Siapa orang Papua yang tahu Ganjar? Kelihatan bener by design (sudah diatur), apalagi orang yang mengerti politik," ungkap legislator dapil Sumut II ini.

Tak cukup mengkritik Ganjar, Trimedya juga membandingkan Ganjar dengan Ketua DPR Puan Maharani. "Mbak Puan bukan tipe pemimpin yang suka berpura-pura yang memoles dirinya seakan-akan populis, seakan-akan berpihak kepada rakyat, tapi Mbak Puan mencoba menjadi pemimpin ya begitulah dia apa adanya. Dia lahir dari sebagai cucu Bung Karno, anak Bu Mega, anak Pak Taufiq. Kemudian jadi politikus di tingkat nasional ya, dia nggak perlu kepura-puraan," kata Trimedya.

Serangan tajam dari Trimedya Panjaitan itu sontak dijawab oleh pendukung Ganjar Pranowo. "Kemlinthi ini sebetulnya diksi yang menurut saya terlalu keji disampaikan ke Mas Ganjar. Apalagi yang mengkritik atau sampaikan ini rekan satu partainya," kata Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer saat dihubungi, Rabu (1/6/2022).

Pernyataan keras Trimedya dinilai mengungkap adanya keirian di kalangan internal PDIP terhadap tingginya elektabilitas Ganjar Pranowo. Terlebih Trimedya mengkritik tajam Ganjar sembari memuji Puan Maharani. Dua-duanya saat ini disebut-sebut tengah berkompetisi untuk tiket capres PDIP.

"Kemudian ini persoalan popularitas dan elektabilitas, ini ada semacam keirian, kok udah dihajar kiri kanan, dihina, diapain, di-bully kok tetap moncer ya Mas Ganjar, karena itu bukan tipikal Mas Ganjar yang sok pintar atau diksi kemlinthi itulah," ujar dia.

Lantas kira-kira bagaimana akhir nasib politik Ganjar Pranowo. Apakah kode keras Jokowi atau serangan tajam loyalis Megawati yang akan menentukan langkahnya di Pilpres 2024?

Simak juga 'Respons PDIP Saat Jokowi Beri Kode Dukungan ke Ganjar: Itu Ice Breaking':

[Gambas:Video 20detik]



(van/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT