ADVERTISEMENT

4 Aliran Duit Haram Walkot Bekasi Bikin Glamping hingga Beli Mercy

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Jun 2022 06:33 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi resmi jadi tersangka kasus pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan. Begini penampakan Rahmat Effendi saat mengenakan rompi tahanan KPK.
Foto: Wali Kota Bekasi Nonaktif, Rahmat Effendi (A.Prasetia/detikcom)

3. Pungli Rp 7,183 M Kepada PNS Bekasi

Jaksa KPK menyebut Pepen memungut 'kas umum' kepada PNS di Pemkot Bekasi. Pungutan liar itu ditarik secara rutin, seolah-olah PNS memiliki utang.

"Terdakwa menjalankan tugasnya sebagai Wali Kota Bekasi meminta, menerima, atau memotong pembayaran kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara
yang lain atau kepada kas umum yaitu meminta uang dengan jumlah total keseluruhan sebesar Rp 7.183.000.000," ungkap jaksa KPK.

Nilai tersebut terdiri dari:

- Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang seluruhnya berjumlah Rp 4.320.000.000
- Lurah di Kota Bekasi yang seluruhnya berjumlah Rp 178.000.000
- Pegawai negeri (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bekasi yang seluruhnya berjumlah Rp 1.240.000.000
- Penerimaan lainnya dari para PNS/ASN untuk keperluan Terdakwa seluruhnya berjumlah Rp 1.445.000.000.

Khusus pungutan wajib PNS, Pepen meminta setoran kepada PNS yang akan mendapat kenaikan atau promosi jabatan. Uang setoran itu, kata Jaksa KPK, disebut 'uang pengurusan kenaikan jabatan.'

4. Gratifikasi Via Rekening Masjid Arryasakha

Pepen juga menerima gratifikasi yang diterimanya melalui rekening atas nama masjid. Total gratifikasi yang diterimanya sebesar Rp 1.852.595.000.

"Bahwa selama kurun waktu dari bulan Oktober 2021 sampai Januari 2022 dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Terdakwa melalui Panitia Pembangunan Masjid Arryasakha Kota Bekasi yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Sakha Ramdan Aditya yang didirikan oleh Terdakwa dan keluarganya, menerima gratifikasi berupa uang," tutur jaksa.

Berikut rincian pemberian gratifikasi Pepen melalui rekening masjid:

- Menerima Rp 10 juta dari Sekretaris Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Dzikron

- Menerima Rp 200 juta dari Ketua Korpri Kota Bekasi

- Menerima Rp 15 juta dari Direktur BPRS Patriot Bekasi Muh Asmawi

- Menerima Rp 10 juta dari Direktur PT Sinergi Patriot Kota Bekasi

- Menerima Rp 100 juta dari Ketua Baznas Kota Bekasi

- Menerima Rp 500 juta dari PT Summarecon Agung TBK

- Menerima Rp 10 juta dari Bang Acong

- Menerima Rp 34,095 juta dari PT Wika Tirta Jatiluhur/Widyatama

- Menerima Rp 93 juta dari Wika Tirta Jatiluhur/Widyatama

- Menerima Rp 98 juta dari Pimpinan Bank BJB Bekasi Ahmad Faisal

- Menerima Rp 100 juta dari Dirut PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim

- Menerima Rp 500 juta dari PT Summarecon Agung TBK

- Menerima Rp 15 juta dari PT Migas Hulu Jabar ONWJ

- Menerima Rp 10 juta dari Bakrie Pipe Industries Peduli

- Menerima Rp 50 juta dari Perumda Tirta Patriot Bekasi

- Menerima Rp 7,5 juta dari Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Bekasi Hery Subroto, dan

- Menerima Rp 100 juta dari Kota Bintang Rayatri

Uang haram untuk Glamping Hingga Mercy. Simak di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT