ADVERTISEMENT

Saran Epidemiolog ke Pemerintah Agar Warga Bisa Lepas Masker Total

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 01 Jun 2022 06:14 WIB
Epidemiologi Griffith University Australia
Dicky Budiman (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta -

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut masyarakat Indonesia bisa melepas masker sepenuhnya. Namun pemerintah perlu membangun kemampuan literasi masyarakat soal protokol kesehatan.

"Pasti harapan besar masyarakat adalah lepas masker. Apakah itu bisa? Tentu bisa. Beberapa melakukan lepas masker tapi harus ingat dalam hal ini pemerintah khususnya harus membangun kemampuan literasi sehingga masyarakat memiliki kemampuan secara mandiri untuk melakukan penilaian resiko kapan, dan di mana, dengan siapa dia bisa buka masker," ujar Dicky ketika dihubungi, Selasa (31/5/2022).

Dicky menambahkan ada 3 proteksi yang perlu diperhatikan masyarakat jika ingin melepas masker total, yakni proteksi diri, proteksi keluarga, dan proteksi masyarakat.

"Proteksi diri itu artinya kita harus tahu status vaksinasi kita sudah dalam status proteksi atau tidak. Misalkan (sudah vaksin) dua dosis tapi sudah (berjarak) 4 bulan ya, harusnya sudah booster," imbuhnya.

Kemudian proteksi keluarga yakni dengan cara menggunakan masker, meski sudah divaksin, karena ada anggota keluarga yang belum bisa divaksin.

"Terakhir melindungi komunitas. Inilah yang artinya kita melakukan budaya memakai masker, artinya juga melindungi masyarakat umum terutama di indoor atau keramaian," tegas Dicky.

Sementara itu, pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani mengatakan saat ini kondisi pandemi di Tanah Air sudah terkendali. Masyarakat, jelas Laura, dirasa bisa melepas masker.

"Tetapi yang perlu diperhatikan ketika kondisi sakit dengan gejala terkait influenza harus tetap memakai masker dan juga untuk kelompok rentan dengan komorbid bisa menjaga kondisi kesehatannya. Pandemi terkendali bukan berarti penyakitnya hilang masih ada walaupun kasusnya sangat kecil," ujar Laura.

Menkes Buka Suara

Sebelumnya diberitakan, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjawab pertanyaan terkait perkiraan masyarakat Indonesia bisa melepaskan masker sepenuhnya. Budi berbicara mengenai pemindahan secara bertahap terkait pengelolaan kesehatan diri pribadi masyarakat.

"Saya menekankan sekali lagi, pandemi menjadi endemi karena ini sifatnya pandemi global, bukan pandemi di Indonesia saja. Itu memang akan terjadi kalau sudah dikoordinasikan dengan WHO. Sekali lagi karena ini pandemi global, Indonesia tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengenai sudah menjadi endemi," ujar Budi.

Budi menjelaskan faktor yang paling menentukan pandemi menjadi endemi adalah kesadaran masyarakat. Masyarakat harus sudah mengetahui tentang protokol kesehatan dan penanganan ketika sakit.

"Sehingga tidak ada pemaksaan dari pemerintah karena masyarakat sudah tahu sendiri dan itu sebenarnya adalah cara menjaga kesehatan yang paling baik, adalah diri kita sendiri menjaga kesehatan kita. Kalau itu disambungkan dengan masker sebenarnya secara gradual yang Bapak Presiden lakukan bukannya mengendurkan tetapi mendidik masyarakat untuk memakai pertimbangannya sendiri apakah mereka mereka merasa perlu pakai masker atau tidak," ujar Budi.

Simak Video 'Pandemi Belum Dicabut, Ahli Menilai Masker Masih Sangat Diperlukan':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT