ADVERTISEMENT

Kapan Warga Bisa Lepas Masker Total? Ini Jawaban Menkes

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 31 Mei 2022 12:39 WIB
Jakarta -

Menkes Budi Gunadi Sadikin menjawab pertanyaan terkait perkiraan masyarakat Indonesia bisa melepaskan masker sepenuhnya. Budi berbicara mengenai pemindahan secara bertahap terkait pengelolaan kesehatan diri pribadi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Budi dalam jumpa pers setelah rata laporan vaksin kedaluwarsa seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/5/2022). Budi awalnya menjelaskan tentang keputusan terkait endemi yang harus dikoordinasikan dengan WHO.

"Saya menekankan sekali lagi, pandemi menjadi endemi karena ini sifatnya pandemi global, bukan pandemi di Indonesia saja. Itu memang akan terjadi kalau sudah dikoordinasikan dengan WHO. Sekali lagi karena ini pandemi global, Indonesia tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengenai sudah menjadi endemi," ujar Budi.

Budi menjelaskan faktor yang paling menentukan pandemi menjadi endemi adalah kesadaran masyarakat. Masyarakat harus sudah mengetahui tentang protokol kesehatan dan penanganan ketika sakit.

"Sehingga tidak ada pemaksaan dari pemerintah karena masyarakat sudah tahu sendiri dan itu sebenarnya adalah cara menjaga kesehatan yang paling baik, adalah diri kita sendiri menjaga kesehatan kita. Kalau itu disambungkan dengan masker sebenarnya secara gradual yang Bapak Presiden lakukan bukannya mengendurkan tetapi mendidik masyarakat untuk memakai pertimbangannya sendiri apakah mereka mereka merasa perlu pakai masker atau tidak," ujar Budi.

Budi mencontohkan masyarakat saat menghadapi hujan. Mereka bakal memakai jaket dan payung saat hujan meskipun tak diatur oleh pemerintah.

"Apa yang akan pemerintah lakukan adalah gradually memindahkan tanggung jawab untuk mengelola kesehatan diri pribadi masyarakat ke masing-masing individu. Dan kalau kita sudah berhasil masyarakat sudah paham, sudah teredukasi dengan baik, sudah memahami protokol kesehatan seharusnya sudah memiliki judgment kapan melakukan apa, itu ciri-cirinya penyakit sudah menjadi endemi," imbuh dia.

(knv/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT