ADVERTISEMENT

Bupati Langkat Terbit: Mati Keluarga Saya Kalau Minta Kadisdik Mundur

Zunita Putri - detikNews
Senin, 30 Mei 2022 18:30 WIB
Jakarta -

Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin tiba-tiba mengucapkan sumpah di sidang penyuapnya, Muara Perangin Angin. Terbit mengucapkan sumpah mati saat ditanya jaksa perihal keluhan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Langkat.

Awalnya, jaksa bertanya kepada Terbit mengenai istilah 'daftar pengantin' dan adanya commitment fee yang dikumpulkan kakak Terbit Iskandar Perangin Angin dari pengusaha-pengusaha kontraktor penerima proyek Dinas PU.

Terbit mengaku tidak tahu soal istilah dan commitment fee tersebut. Terbit juga mengaku tidak pernah mendengar adanya keluh kesah dari pengusaha tentang commitment fee.

"Tidak, karena saya tidak pernah berhubungan dengan pengusaha," ujar Terbit saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (30/5/2022).

Kemudian jaksa bertanya apakah Terbit pernah menerima keluhan dari Kepala Dinas Pendidikan Langkat Saiful Abdi tentang lelang proyek di Disdik. Terbit menjawab dengan mengatakan tak pernah mendapat keluhan dari Disdik.

"Kemarin Pak Abdi (Kadisdik Langkat Saiful Abdi) bilang pernah melaporkan ke saya untuk menggantikan dirinya sebagai kadis, mencari pengganti dirinya?" tanya jaksa KPK.

Saat itulah Terbit mengucapkan sumpah sambil mengacungkan jari telunjuk pada tangan kirinya. Dia membantah pertanyaan jaksa.

"Di sini, di sidang pengadilan ini, demi Tuhan mati keluarga saya kalau ada kepala dinas itu meminta mengundurkan diri dari jabatannya. Izin Yang Mulia," tegas Terbit.

"Nggak pernah ya, bilang aja 'tidak', karena Saudara sudah disumpah tadi," timpal jaksa.

"Mohon maaf, mohon maaf," kata Terbit.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa adalah Direktur CV Nizhami, Muara Perangin Angin. Muara didakwa memberi suap senilai Rp 572 juta ke Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Jaksa mengatakan suap diberikan agar Terbit memberikan paket pekerjaan di Dinas PUPR Langkat dan Disdik Langkat ke perusahaan Muara.

Uang suap diberikan Muara ke Terbit melalui Iskandar Perangin Angin, Marcos Surya Abadi, Suhanda Citra, dan Isfi Syahfitra. Mereka adalah orang kepercayaan Terbit.

(zap/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT