ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Pembangunan Tanggul di Hek Kramat Jati Masuk Proses Pengadaan

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Senin, 30 Mei 2022 17:35 WIB
Tanggul sementara di Kawasan Hek, Jakarta Timur, Rabu (12/1)
Tanggul sementara di Kawasan Hek, Jakarta Timur, Rabu (12/1) (Marteen Ronaldo/detikcom)
Jakarta -

Proyek tanggul permanen yang dikerjakan di kawasan Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur, masih dalam proses pengadaan. Belum ada tindak lanjut untuk menuntaskan proyek tersebut.

Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur Puryanto menuturkan pengerjaan tanggul itu nantinya akan dilanjutkan. Saat ini, katanya, proyek tengah masuk tahap pengadaan.

"Masih proses pengadaan," ujar Puryanto kepada detikcom, Senin (30/5/2022).

Dia tak berkomentar banyak terkait proyek tersebut. Hanya, untuk melanjutkan pembangunan tanggul itu, akan dilakukan pembongkaran tanggul berwujud bronjong yang saat ini sudah ada. Tanggul saat ini, yang merupakan tanggul sementara, perlu digantikan tanggul permanen.

"Jadi nanti, bila akan dipermanenkan, yang sementara akan dibongkar," kata Puryanto.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tanggul yang masih berupa bronjong di dekat pertigaan Hek, Kramat Jati, masih bisa diterobos air dari Kali Baru, sehingga genangan sampai ke Jl Raya Bogor pada Kamis (10/3). Tak hanya itu, terkadang air meluap ke permukiman warga di pinggir kali. Pemkot Jakarta Timur akan membangun tanggul permanen sepanjang 300 meter di dekat pertigaan kawasan Jakarta Timur itu.

Kali Tak Dikeruk

Pemerintah Kota Jakarta Timur menyebut tidak akan melakukan pengerukan di Kali Baru untuk mengatasi banjir. Ada beberapa alasan tindakan itu tidak dilakukan.

"Kalau pengerukan kali itu mungkin akan kita lihat dulu kondisinya. Jadi memang dulu Kali Baru ini semacam saluran primer khusus untuk persawahan, jadi dia itu posisinya lebih tinggi dibanding rumah warga," ujar Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur, Puryanto, kepada wartawan, Selasa (15/3/2022).

Dulunya, Kali Baru merupakan saluran irigasi. Namun saat ini, sawah-sawah sudah berganti menjadi permukiman.

"Otomatis sudah jadi pengendali banjir. Kalau kita keruk dalam, kita nggak tau dulu ini diuruk oleh teman-teman yang dulu membuatnya itu seberapa dalam," jelasnya.

Maka sampai saat ini, pihak Pemkot Jaktim belum memutuskan mengeruk Kali Baru ini. Soalnya, kanan dan kiri kali ini adalah permukiman. Pemkot khawatir pengerukan Kali Baru bakal menjebol dinding Kali Baru yang sudah jadi permukiman, toko, warung, dan bangunan lainnya.

"Jangan-jangan kita keruk malah jebol kiri, kanan di bawah. Kalau jebol kan harus ekstrahati-hati karena kiri kanan rumah warga," sambungnya

Simak juga 'Respons Anies Usai Diteriaki 'Presiden': Saya Masih Konsentrasi di DKI':

[Gambas:Video 20detik]




(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT