Massa Demo Buruh di Patung Kuda Bubar, Jalan Medan Merdeka Barat Dibuka

Anggi Muliawati - detikNews
Sabtu, 28 Mei 2022 16:30 WIB
Jalan Merdeka Barat dibuka usai demo buruh (Anggi-detikcom)
Jalan Merdeka Barat dibuka seusai demo buruh. (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Massa aksi yang tergabung dalam Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) yang menggelar demo di Patung Kuda, Jakarta Pusat, telah membubarkan diri. Jalan Medan Merdeka Barat kini telah dibuka.

Pantauan detikcom di lokasi Sabtu (28/5/2022) pukul 15.48 WIB, massa aksi berangsur pergi meninggalkan kawasan Patung Kuda. Mobil komando terlihat juga meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Jalan Medan Merdeka Barat arah Istana Merdeka telah dibuka kembali. Diketahui, saat demo berlangsung, polisi menutup jalan tersebut.

Arus lalu lintas terpantau ramai lancar. Petugas kepolisian pun terlihat masih mengatur berjaga di sekitar area Patung Kuda.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan aksi tersebut berjalan lancar. Menurutnya, aksi hari ini tidak ada penyusup atau hambatan lainnya.

"Pelaksanaan kegiatan aksi pada hari ini yang dilakukan beberapa elemen buruh tempatnya di Patung Kuda Monas, alhamdulillah, berjalan lancar, baru saja kegiatan selesai dan berangsur-angsur meninggalkan Patung Kuda," katanya di lokasi.

Sebelumnya, massa buruh berdemo di Patung Kuda. Mereka membawa beberapa tuntutan, mulai pencabutan omnibus law hingga masalah perekonomian.

Berikut 12 tuntutan massa aksi:

1. Cabut UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 karena inskonsitusional.
2. Cabut UU pembentukan peraturan perundang-undangan hasil revisi.
3. Tolak dwifungsi TNI/Polri dalam jabatan sipil.
4. Berikan akses partisipasi publik seluas-luasnya dalam rencana revisi UU Sisdiknas.
5. Hentikan kriminalisasi gerakan rakyat dan bebaskan pelanggaran HAM.
6. Turunkan harga BBM minyak goreng listrik dan lain-lain.
7. Tangkap adili dan penjarakan seluruh pelaku koruptor.
8. Tolak revisi UU No 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja.
9. Jalankan upah layak nasional.
10. Wujudkan perlindungan buruh.
11. Berikan jaminan sosial atas pendidikan kesehatan rumah fasilitas publik dan lain-lain.
12. Berlakukan 6 jam kerja dalam sehari.

(azh/jbr)