1 Korban Kecelakaan di depan Menara Saidah Sudah Pulang, 3 Masih Dirawat

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 17:17 WIB
Kecelakaan di Pancoran depan Menara Saidah (Karin Nur Secha/detikcom)
Kecelakaan di Pancoran depan Menara Saidah (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Polisi menetapkan pengemudi Pajero berinisial JRS (23) sebagai tersangka atas kasus kecelakaan beruntun di depan Menara Saidah, Jakarta Selatan, yang menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya. Polisi mengungkap kondisi terkini empat orang korban yang mengalami luka-luka.

"Saat ini satu orang sudah pulang ke rumah dan 3 masih dirawat," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Kantor Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (27/5/2022).

Tiga korban lainnya, kata Sambodo, sementara ini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Tersangka yang juga memiliki riwayat kelainan jantung pun masih dalam perawatan di rumah sakit sehingga belum dilakukan penahanan.

Dari hasil pengecekan kesehatan JRS, pria tersebut rupanya memiliki riwayat penyakit kelainan jantung dan pernah terserang stroke ringan pada 2021.

"Nah kelainan jantung itu menyebabkan penyumbatan di kepala dan pada saat kejadian terjadi serangan yang kedua. Sehingga pada saat terjadi kejadian tersebut yang bersangkutan sedang dalam keadaan tidak sadar," jelas Sambodo.

Saat ini JRS masih dalam perawatan di rumah sakit. Namun, pihak kepolisian telah mendapat berkas rekam medis JRS dari salah satu rumah sakit yang berada di Bandung.

"Kita sudah dapat (rekam medisnya) kita mintakan dari pihak keluarga menyampaikan tersangka ini pernah menderita serangan stroke dan sebagainya. Nah kita minta rekam medis nanti kita crosscheck dengan rumah sakit tersebut di Bandung," ucapnya.

Pelaku Berstatus Mahasiswa

Polisi telah menetapkan pengemudi Pajero inisial JRS (23) sebagai tersangka terkait kecelakaan maut di depan Menara Saidah, Jakarta Selatan. JRS diketahui masih berstatus sebagai mahasiswa.

"(Pelaku) masih kuliah,"katanya.

Sambodo mengatakan proses penanganan hukum atas tindakan JRS berlangsung secara transparan. Pelaku pun harus bertanggung jawab atas kasus tersebut.

"Tentu-tentu harus tanggung jawab," ucapnya.

(ygs/mei)