Polisi dan Sopir Bus Kota Bentrok, 4 Luka-Luka
Senin, 05 Jun 2006 22:44 WIB
Palembang - Bentrokan antara polisi dengan pengunjuk rasa di Palembang berbuntut 4 orang luka-luka. 2 Dari pengunjuk rasa dan 2 kondektur bus mahasiswa.Keempat korban luka-luka itu adalah Hepy dan Akbar adalah mahasiswa Universitas Sriwijaya, serta dua kondektur bus mahasiswa yakni Very dan Yusuf. Dan hingga kini, Hepy masih dirawat di RSU Moehammad Hoesin, Palembang. Sedangkan 3 korban lainnya diperbolehkan pulang setelah dirawat selama satu jam. Hepy mengalami luka di lengan kanan dan kiri yang diduga akibat pecahan kaca. Tubuhnya pun memar, yang diduga akibat terkena pukulan dalam bentrokan yang terjadi di di Lampu Merah Charitas, arah Jalan Kapten A Rivai dan Jalan Jenderal Sudirman, Palembang. Bentrokan ini bermula ketika ratusan sopir dan kondektur bus jurusan Bukitbesar-Inderalaya atau bus mahasiswa melakukan aksi di kantor Gubernur Sumatera Selatan, Jl Kapt A Rivai, Palembang, sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (5/6/2006). Mereka menuntut revisi SK Gubernur Sumatera Selatan No.561/KPTS/PLKHUB/2004 tentang bus angkutan khusus.Karena gagal bertemu dengan Gubernur Syahrial Oesman, pengunjuk rasa melampiskan kekecewaan dengan menutup Jalan Kapten A Rivai hingga Jalan Jenderal Sudirman di muka rumah makan Pagi Sore, dengan cara melintangkan atau memblokir jalan dengan puluhan bus. Akibatnya, terjadi kemacetan selama 30 menit. Melihat aksi itu, puluhan polisi meminta para pengunjukrasa tidak memblokir jalan. Tapi, permintaan ditolak, bahkan puluhan sopir dan kondektur membakar ban di tengah perempatan Lampu Merah Charitas.Di tengah negoisasi antara polisi dan para sopir, kaca sebuah bus yang melintang di tengah perempatan pecah. Pecahnya kaca bus itu membuat pengunjuk rasa dan polisi memanas. Selanjutnya, para polisi mengejar para pengunjuk rasa. Ada informasi, seorang polisi dari Poltabes Palembang Bripda Rahmat Hidayat menderita luka di pegelangan tangan dan dua peserta unjukrasa ditangkap polisi Darmono dan Evi. Tapi, Kepolisian Kota Besar Palembang mengaku belum mengetahui soal anggotanya yang terluka.Sedangkan pengunjukrasa yang ditangkap saat ini masih dalam pemeriksaan di kantor Poltabes Palembang, Jalan Gubernur A. Bastari, Palembang.
(ary/)










































