3 Stik Golf Ditemukan Warga di Gang Ciracas, Ternyata Milik ABG Tawuran

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 13:26 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Ilustrasi garis polisi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sebuah video yang menampilkan penemuan 3 stik golf di sebuah gang sempit di Ciracas, Jakarta Timur, viral di media sosial. Ternyata 3 stik golf tersebut milik remaja tawuran.

Dalam video yang beredar seperti dilihat, Jumat (27/5/2022), terlihat 3 stik golf ditemukan sebuah gang sempit. Tampak seorang pria mengambil 3 stik golf itu.

Ketiga stik golf itu terbuat dari besi yang cukup panjang. 2 stik golf berwarna perak sementara 1 stik lainnya berwarna gelap.

Dari narasi yang tersebar di media sosial, mulanya warga setempat melihat sejumlah ABG yang nongkrong di pinggir jalan. Karena curiga, warga membubarkan ABG-ABG tersebut. Namun di sekitar lokasi ABG nongkrong, warga menemukan 3 stik golf.

"Warga juga menemukan benda tumpul berupa 3 stik golf dan beberapa saksi telah melihat beberapa anak yg kabur membawa sajam celurit/parang besar," narasi pada video itu.

Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono angkat bicara mengenai penemuan itu. Jupriono menyebut stik golf itu milik ABG yang hendak tawuran.

"Iya (ditemukan 3 stik golf), itu gak ada laporan ke kita. (Milik mereka) mau tawuran, jadi ada anak-anak nongkrong, anak SMP, di ujung gang, nanti ada anak SMP yang lain lewat dikejar dilewati, dan berhasil dihalau dan nggak ada korban," kata Jupriono ketika dihubungi.

Jupriono mengatakan ada 2 sekolah yang hendak terlibat tawuran, yakni SMPN 210 Ciracas dan SMPN 188 Ciracas. Pihak kepolisian sudah mendatangi kedua sekolah itu.

Meski begitu polisi, imbuh Jupriono, ia belum mengetahui stik golf itu milik SMPN 210 Ciracas atau SMPN 188 Ciracas.

"(Pihak) sekolah udah manggil anak-anak itu dan sudah diketahui (betul bahwa) anak-anak sekolah, datanya sudah ada di kami," lanjut Jupriono.

Jupriono sudah memerintahkan anggotanya untuk bergerak ke rumah-rumah pelaku. Polisi akan memberikan arahan dan nasehat kepada para orang tua dan perangkat lingkungan sekitar.

"Hari ini sudah saya susun sudah kumpulkan semua bergerak ke rumah-rumah para pelaku, sesuai dengan identitas sekolah, kedata. Ortu dan lingkungan biar tahu," tuturnya.

(isa/mei)