Uji Publik Hoegeng Awards 2022

Brigjen Eko Rudi Sudarto Berjuang Memenangkan Hati-Pikiran Papua

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 06:40 WIB
Polri dan Binmas Noken di Papua
Foto: Dok. Binmas Noken
Jakarta -

Brigjen Eko Rudi Sudarto menjadi salah satu kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 kategori Polisi Inovatif. Dia adalah polisi yang telah berupaya memenangkan hati dan pikiran warga Papua agar warga tidak tertarik dengan propaganda kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Brigjen Eko Rudi Sudarto kini adalah Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua. Dia dikenal sebagai polisi yang berhasil menjalankan pemberdayaan sosial warga, bahkan di sarang KKB. Dia mengedepankan cara sosial-kemanusiaan, bukan dengan angkat senjata.

"Konsep soft approach 'to win heart and mind' bagi masyarakat Papua, khususnya di Pegunungan Tengah," ujar Eko dalam tulisannya, 'Humanis Polisi di Tanah Papua dalam Binmas Noken Polri'.

Polri dan Binmas Noken di PapuaBrigjen Eko Rudi Sudarto di Papua (Dok. Binmas Noken)

Berikut adalah aspek-aspek positif dari Brigjen Eko Rudi Sudarto yang dikenal gigih menjalankan tugas di satuan Binmas (Pembinaan Masyarakat) Noken ini:

1. Pelopor Binmas Noken Papua

Kesaksian akan kiprah Brigjen Eko disampaikan oleh Jajang Yanuar kepada detikcom. Dia menjelaskan, Eko mempelopori Binmas Noken Papua sejak 2017.

2. Berjuang di sarang KKB

Tugas Binas Noken memang menjauhkan masyarakat dari rasa simpati terhadap KKB. Pendekatan soft approach diterapkan Brigjen Eko. Senjata tidak dia taruh di dada meski ada bahaya yang mengancam.

"Ini nggak mudah, karena untuk seseorang aparat keamanan masuk ke wilayah konflik dan dia senjatanya itu ditaruh di belakang, yang dikedepankan adalah hati, ini hal yang berat. Bisa saja dia ditembak mati di tempat, atau dibacok istilah katanya," kata Jajang Yanuar.

3. Memberdayakan masyarakat lewat ternak

Brigjen Eko memberdayakan aspek sosial-ekonomi masyarakat Papua lewat cara pelatihan ternak. Utamanya, ternak babi. Agama Islam yang dianut Eko tak menghalanginya untuk memberdayakan masyarakat Papua dengan hewan yang memang biasa dipelihara di Papua itu.

"Dia (Brigjen Eko) mengidentifikasi daerah mana saja yang cocok untuk wilayah peternakan. Lalu kalau pertanian tidak mungkin, berarti di daerah x ini yang dikembangkan apa gitu. Misalkan kita lihat yang perlu dikembangkan pendidikannya, atau kesehatannya," ungkap Jajang.

Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi SudartoWakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto Foto: Dok. Istimewa

Ternak yang dia pelopori di berbagai lokasi bervariasi. Ada satu kandang isi 10 ekor babi, ada pula di Timika satu kandang besar isi 100 ekor.

"Yang paling berkesan mungkin ternak babi. Karena Pak Eko sendiri agamanya Islam kan. Di sana soal upaya dia membantu masyarakat lewat ternak babi kemudian sama orang Papua disebut 'Haji Babi'. Itu jadi hal yang lucu, jadi jokes. Jadi 'Haji Babi' dia. Ha...ha," tutur Jajang.

Tak hanya ternak babi, Brigjen Eko juga memberi pelatihan ternak lebah madu Wamena. Semua itu dia jalankan.


Uji Publik Hoegeng Awards

Saat ini agenda Hoegeng Awards 2022 adalah uji publik terhadap 9 besar kandidat, yang salah satunya adalah Brigjen Eko Rudi Sudarto. Pembaca yang memiliki tambahan informasi baik sisi positif maupun negatif soal Brigjen Eko Rudi Sudarto bisa memberi masukan. Masukan bisa dikirim ke email redaksi@detik.com dengan subjek Hoegeng Awards 2022. Redaksi menjamin kerahasiaan identitas pembaca detikcom yang mengirimkan masukan tersebut.

(dnu/tor)