Gerindra: Gage Kurangi Macet Beberapa Titik, tapi Tambah Macet Tempat Lain

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 26 Mei 2022 08:24 WIB
Kendaraan melintas di Jalan Letjen S Parman, Jakarta, Jumat (29/4/2022). Ditlantas Polda Meto Jaya meniadakan aturan ganjil genap di 13 ruas jalan Ibu Kota mulai 29 April hingga 6 Mei 2022 atau selama masa libur dan cuti bersama Lebaran 2022. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
Ilustrasi ganjil genap (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta -

Pemerintah DKI Jakarta akan menerapkan ganjil genap (gage) di 25 ruas jalan. Gerindra DKI Jakarta mengingatkan soal efek ganjil genap.

"Selama ini ganjil-genap memang terbukti mengurangi kemacetan di beberapa titik, tapi terkadang malah menambah kemacetan di titik tertentu," ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani kepada wartawan, Rabu (25/5/2022).

Rani berharap Dinas Perhubungan (Dishub) DKI tidak asal menerapkan kebijakan. Dia meminta Dishub DKI memiliki persiapan yang matang.

"Semoga apapun aturannya tentunya sudah sangat dipertimbangkan dengan sangat matang dan cermat terutama wilayah yang diaturnya semoga sudah tepat sasaran dalam rangka mengurai kepadatan dan penumpukan kendaraan," katanya.

Ktua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani MaulianiKetua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani Foto: Rani Mauliani (Dok. Istimewa/foto diberikan oleh narasumber)

Dia meminta Dishub DKI tidak langsung menerapkan 25 titik ganjil genap secara permanen. Dia berharap ada uji coba dan evaluasi lebih dulu.

"Sebelum dibuat jadi aturan yang baku, dan tetap mohon kiranya diuji coba secara berkala agar tepat sasaran," ujarnya.

Alasan Titik Gage Jadi 25

Pemprov DKI Jakarta memperluas penerapan ganjil genap (gage) menjadi 25 titik. Salah satu yang menjadi pertimbangan ialah peningkatan volume lalu lintas di 13 ruas jalan.

"Tentu begitu di beberapa ruas jalan yang saat ini tidak diterapkan ganjil genap terjadi peningkatan volume, itu menimbulkan beberapa ruas jalan alternatif di pusat kota menjadi padat," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan, Rabu (25/5).

Syafrin mengatakan peningkatan volume lalu lintas memang terlihat setelah libur Lebaran. Dia meyakini perluasan ganjil genap efektif mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas jalan saat jam sibuk.

"Jadi, dengan diterapkan 25 ruas jalan, kinerja lalu lintas pada ruas jalan sibuk itu akan kembali turun. Kita harapkan produktivitas masyarakat kembali naik," ujarnya.

(aik/haf)