PKL Boleh Dagang di Luar Arena CFD Jakarta Akhir Pekan Ini

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 21:42 WIB
Car free day di Bundaran HI
Ilustrasi CFD (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta tetap melarang pedagang kaki lima (PKL) berjualan di dalam kawasan car free day (CFD) pekan ini. Meski begitu, para PKL diizinkan membuka lapak di luar koridor CFD.

"PKL hanya di luar koridor," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dihubungi, Rabu (25/5/2022).

Syafrin mengatakan Pemprov DKI melalui Dinas PPKUKM akan mendata PKL yang ingin berjualan di dalam kawasan CFD. Nantinya para pedagang boleh berjualan di dalam area CFD setelah terdaftar.

"Jadi memperbolehkan mereka masuk itu setelah mereka melakukan registrasi ke Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM. Jadi kalau dibuka sekarang tentu dari data yang ada belum ada yang mendaftar," ujarnya.

Kurangi Bus TransJ Melintas Saat CFD

Syafrin juga menyebut pihaknya bakal mengurangi jumlah bus TransJakarta yang melintas saat waktu CFD. Dia menyebut bus yang beroperasi juga hanya yang berbahan bakar gas.

"Untuk bus TransJakarta ini dilakukan pengurangan jumlah, disesuaikan waktu jam 06.00 sampai jam 10.00," ucapnya.

"Untuk saran Pak Dirlantas terkait beberapa, seperti contoh di Bundaran HI, kita akan siapkan semacam cone yang menunjukkan itu lintasan dari bus jika bus dioperasionalkan di sana," sambungnya.

Sebelumnya, Dishub DKI menyebut ada 27 ribu pejalan kaki yang memadati kawasan Sudirman-MH Thamrin saat CFD perdana di masa pandemi Corona atau COVID-19. Selain itu, ada lebih dari 3.000 pesepeda yang datang ke CFD.

"Hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) pertama pengunjung telah ramai dengan total traffic di Sudirman-Thamrin pejalan kaki sebanyak 27.766 orang dan pesepeda sebanyak 3.545 sepeda," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan, hari ini.

Syafrin mengatakan angka ini didapat dari hasil penghitungan di dua titik. Data itu kemudian dicocokkan dengan penghitungan dari aplikasi PeduliLindungi.

"Jadi di titik Sudirman di Karet, satunya di Patung Kuda. Kita melakukan traffic counting di dua titik yang ada di kawasan HBKB, kemudian kita lakukan komparasi data, itulah hasilnya," jelasnya.

Syafrin mengakui masih ada pengunjung yang tak mengakses aplikasi PeduliLindungi di titik yang disiapkan. Dia mengatakan Pemprov DKI bakal menambah personel untuk memperketat pengawasan.

(taa/haf)