Dugaan Tipu-tipu Pengembang Perumahan di Bogor, Direktur Jadi Tersangka

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 15:37 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Bogor -

Sejumlah korban dugaan penipuan pengembang perumahan di Cibinong menggelar demo di depan Polres Bogor menuntut pelaku segera ditangkap. Kasus ini dilaporkan ke polisi pada 2020.

Polres Bogor telah menangkap dan menetapkan satu tersangka terkait kasus dugaan penipuan developer perumahan tersebut.

"Sudah ada ditetapkan tersangka, yaitu direkturnya, Pak R, satu orang. Tiga orang lainnya masih melakukan pendalaman," kata Kanit 4 Jatanras Satreskrim Polres Bogor Ipda M Gastari kepada wartawan, Rabu (25/5/2022).

Gastari menyebut laporan diterima pada 2021. Kini laporannya telah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Kita telah menerima laporannya dan sekarang suda kita limpahkan ke Kejaksaan. Sedang menunggu penelitian jaksa itu 14 hari," tuturnya.

Polisi menerima laporan 20 orang yang telah membeli unit rumah di perumahan tersebut, 10 di antaranya sudah lunas.

"Yang sudah lunas ini menuntut sertifikatnya, sedangkan sertifikatnya ini ada di bank digadaikan oleh developer," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah korban dugaan penipuan pengembang perumahan di Cibinong mendatangi Polres Bogor. Mereka menggelar aksi di depan Polres Bogor dengan tuntutan meminta agar pelaku segera ditangkap.

Pantauan detikcom, para korban datang ke Polres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, pada pukul 12.30 WIB. Mereka membawa sejumlah spanduk.

"Segera tuntaskan penyelidikan perkara laporan polisi nomor LP/B/1772/VIII/2021/SPKT/POLRES BOGOR/POLDA JABAR," demikian tulisan di salah satu spanduk tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum para korban, Selestinus A Ola, mengatakan para korban telah membayar lunas unit rumah, tetapi hingga kini belum menerima sertifikat dari pengembang.

"Kasus ini developer perumahan EKR ada tiga perusahaan ya. Mereka menjual objek perumahan ke konsumen dengan berbagai cara pembayaran, ada yang cash dan nyicil. Namun sebagian warga ini sudah bayar lunas, sudah bertahun-tahun nggak dapat sertifikatnya," kata Selestinus kepada wartawan.

Lihat juga Video: Ditemani Sang Istri, Uya Kuya Sambangi Polda Metro Jaya

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)