Korban Dugaan Penipuan Perumahan Demo Polres Bogor, Minta Pelaku Ditangkap

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 13:18 WIB
Korban penipuan perumahan di Bogor demo polisi meminta pelaku segera ditangkap.
Korban penipuan perumahan di Bogor berdemo di kantor polisi meminta pelaku segera ditangkap. (Rizky Adha Mahendra/detikcom)
Bogor - Sejumlah korban dugaan penipuan pengembang perumahan di Cibinong mendatangi Polres Bogor. Mereka menggelar aksi di depan Polres Bogor dengan tuntutan meminta agar pelaku segera ditangkap.

Pantauan detikcom, para korban datang ke Polres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, pada pukul 12.30 WIB. Mereka membawa sejumlah spanduk.

"Segera tuntaskan penyelidikan perkara laporan polisi nomor LP/B/1772/VIII/2021/SPKT/POLRES BOGOR/POLDA JABAR," demikian tulisan di salah satu spanduk tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum para korban, Selestinus A Ola, mengatakan para korban telah membayar lunas unit rumah, tetapi hingga kini belum menerima sertifikat dari pengembang.

"Kasus ini developer perumahan EKR ada tiga perusahaan ya. Mereka menjual objek perumahan ke konsumen dengan berbagai cara pembayaran, ada yang cash dan nyicil. Namun sebagian warga ini sudah bayar lunas, sudah bertahun-tahun nggak dapat sertifikatnya," kata Selestinus kepada wartawan, Rabu (25/5/2022).

Selestinus menyebutkan kasus ini telah dilaporkan ke Polres Bogor pada Oktober 2020. Dari empat orang yang dilaporkannya, satu orang ditetapkan sebagai tersangka.

"Para konsumen korban meminta Polres menangkap para pelaku ini. Termasuk menetapkan para tersangka kepada yang belum ditetapkan sebagai tersangka ini kepada pelaku lainnya," tuturnya.

Selestinus mengatakan ada ratusan korban dari dugaan tindak penipuan tersebut. Dia menangani 20 klien.

"Klien saya saja kurang lebih Rp 30 M," ungkapnya.

Terduga pelaku tidak pernah memberi jawaban memuaskan kepada warga. Bahkan diam-diam diduga telah menggadaikan sertifikat rumah sebelum menjual ke konsumen.

"Ternyata mereka jual objek ini ke konsumen setelah suratnya digadein ke bank," jelasnya.

Lihat juga Video: Polri Telah Periksa 64 Saksi dan 10 Ahli Terkait Kasus Doni Salmanan

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)