BNPT Gandeng Lemhannas Inggris: Bangun Persatuan Lawan Terorisme!

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 12:14 WIB
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar bersama Deputi Bidang Kerja Sama Internasional, Andhika Chrisnayudhanto menerima kunjungan peserta Royal College of Defense Studies (RCDS) yang dipimpin langsung oleh komandan RCDS Lieutenant General Sir George Norton.
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menerima kunjungan Komandan Royal College of Defense Studies (RCDS) Lieutenant General Sir George Norton. (Foto: dok. BNPT)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar kerja sama bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Inggris dalam perangai radikal terorisme. Ini dilakukan menilai paham radikal terorisme sudah berkembang sangat cepat.

Pertemuan keduanya dilakukan di gedung BUMN, Jakarta Pusat. Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar bersama Deputi Bidang Kerja Sama Internasional Andhika Chrisnayudhanto menerima kunjungan peserta Royal College of Defense Studies (RCDS) yang dipimpin langsung oleh komandan RCDS Lieutenant General Sir George Norton.

"Seperti yang kita ketahui, ini adalah kejahatan transnasional, kejahatan luar biasa. Maka dari itu kami membangun ketahanan masyarakat bersama-sama untuk melawan terorisme. Dari semua kalangan. Anak muda, laki laki, perempuan dan kalangan lainnya. Kita membangun persatuan untuk berperang melawan terorisme," kata Kepala BNPT dalam keterangannya, Rabu (25/5/2022).

Boy juga menganalogikan paham radikal terorisme sebagai virus. Nantinya harus dibuat vaksin untuk memberantas dan mencegah penyebaran paham tersebut.

Sementara itu, George Norton mengatakan kerja sama ini diharapkan bisa memperkuat penanggulangan terorisme antara Indonesia dan Inggris.

"Terima kasih kepada BNPT yang telah memfasilitasi kunjungan kami. Penerimaan kunjungan ini akan memperkuat kerjasama penanggulangan terorisme antara Indonesia dan Inggris," kata George.

"Ini merupakan bagian dari implementasi MoU kerja sama penanggulangan terorisme antara Indonesia dan Inggris yang telah ditandatangani pada 7 April 2021," imbuhnya.

(aud/aud)