PBB Puji Sistem Pengamanan-Monitoring Bencana 91 Command Centre

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 09:47 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (Foto: dok. Humas Polri)
Jakarta -

Rombongan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecek sistem pengamanan dan pengawasan bencana ITDC di Nusa Dua, Bali, untuk kegiatan GPDRR dan G20. PBB mengapresiasi fasilitas dan fitur pengamanan yang tersedia.

"Selasa, 24 Mei 2022 atau kemarin, pukul 11.00 hingga 12.00 WITa di Command Centre ITDC, telah menerima kunjungan Deputi Sekjen PBB dalam rangka melihat fasilitas dan fitur yang tersedia dalam mendukung pengamanan GPDRR dan sistem Manejemen monitoring Bencana Alam, Gempa Bumi dan Tsunami," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (25/5/2022).

Rombongan PBB yang hadir terdiri dari Deputy Secretary General Of The United Nation Amina J Mohhamed, UN Resident Coordinator Vallerie Julliand, Director Suistanable Development Unit Mr Michelle Gyles, dan Special Assistent to The UN Deputy Secretary General Elliza Edayu.

Mereka didampingi Deputi Bidang Sistem Dan Strategi BNPB Raditya Djati, Karobinops Sosps Polri, Karoops Polda Bali, Kalaksa BPBD Bali, Dansat Brimob Polda Bali, serta Kabid TIK Polda Bali.

"Di sana, rombongan mendengarkan presentasi dari Karoops tentang fasilitas dan fitur yang tersedia dalam Command Centre ITDC," ujar Dedi.

Fasilitas yang dimaksud pada 91 Command Center ITDC di antaranya monitor CCTV yang terintegrasi di se-Bali sebanyak 1.431 titik, tiga Pelabuhan penyeberangan kemudian satu Pelabuhan logistik, serta satu bandar udara (bandara) international yakni I Gusti Ngurah Rai, Dan terminal tipe A.

"Dijelaskan juga soal destinasi tujuan wisata utama, kemudian adanya jalan tol yang menjadi rute para delegasi menuju lokasi acara. Ditambah lagi penjelasan soal pengawasan dengan drone, pengawasan dengan GPS kendaraan bermotor yang patroli, pengawasan body worm camera, dashboard Polisiku, 110 serta SOT Presisi," papar Dedi.

Lebih dalam lagi, Dedi menerangkan 91 Command Center ITDC juga berisikan informasi cuaca dari BMKG, informasi bencana alam dan tsunami di seluruh Indonesia secara real time, Inarisk BNPB, monitoring kecepatan angin, kondisi pasang-surut air, juga tinggi gelombang air Laut.

"Para perwakilan PBB juga diperlihatkan video SOP evakuasi bencana gempa dan tsunami di kawasan Wisata Nusa Dua, Bali," lanjut mantan Kapolda Kalimantan Tengah ini.

Dipastikan, sambung Dedi, 91 Command Center ITDC melakukan pengawasan pada transportasi udara, laut, dan darat di wilayah Bali dengan Flight Radar Airnav, Traffic Marine, lalu lintas darat.

"Fasilitas dan fitur Command Center ITDC yang dibangun Polri ini sudah lengkap dalam mendukung pengamanan event internasional, kegiatan masyarakat, serta kepariwisataan. Pun fungsinya bisa dialihkan sebagai sistem manajemen dan monitoring serta penanggulangan bencana alam di Bali," tutur Dedi.

Di akhir pengecekan, Deputy Sekretaris Jenderal PBB mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kesiapan Polri mengamankan event internasional. Disebutkan, PBB akan menjadikan 91 Command Center ITDC sebagai contoh pembuatan fasilitas command center sistem penanganan kebencanaan di negara-negara di dunia di bawah UNDRR.

Lihat juga video 'Warga Sipil Ukraina Tewas Ribuan Lebih Banyak daripada Laporan PBB':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/idn)