Andre Rosiade Bongkar Modal Migor Kemasan: Oligarki Untung Banyak!

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 06:45 WIB
Andre Rosiade
Foto: Andre Rosiade
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade membongkar modal produksi minyak goreng kemasan yang kini beredar di masyarakat. Andre menyebut modal yang dikeluarkan perusahaan kelapa sawit dan produsen minyak goreng tak lebih dari Rp 10.000 per liter.

"Tadi keterangan bapak (Dirut PTPN III Mohammad Abdul Ghani) jelas, bahwa kalau bicara oligarki, karena oligarki yang punya kebun sendiri, Pabrik kelapa sawit sendiri, pabrik minyak goreng sendiri, termasuk distributor D1 dan D2 itu kan oligarki, sedangkan untuk modal produksi minyak goreng itu sendiri kan di bawah Rp 10 ribu per liter dan itu untuk minyak goreng kemasan," ujar Andre dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/5/2022).

Hal ini diungkap Andre saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dengan Dirut Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III) di Gedung DPR RI. Andre meminta Dirut Holding PTPN meningkatkan kemampuan produksi CPO.

Sebab menurut Andre saat ini PTPN baru mampu melakukan produksi minyak goreng sebesar 4 juta liter per bulan atau 480 juta liter pertahun.

"Jadi PTPN harus mampu memproduksi minyak goreng yang banyak. Tidak seperti sekarang, produksi minyak goreng PTPN hanya 4 juta liter perbulan, atau 480 juta liter pertahun, jadi harus ditingkatkan lagi minimal 2 miliar liter pertahun," tutur Andre.

Selain itu, Andre menilai kebijakan pemerintah yang menetapkan HET minyak goreng curah sebesar Rp 14.000 per liter sudah sangat tepat. Namun menurutnya kebijakan tersebut mendapatkan perlawanan dari para oligarki untuk mendapatkan untung banyak dari penjualan minyak goreng.

"Jadi ini perlu dicatat oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa oligarki-oligarki itu untung banyak. Jadi kebijakan pemerintah Presiden Jokowi yang menetapkan harga HET untuk minyak goreng curah sebesar Rp 14.000 sebenarnya tidak salah dan sudah tepat. Hanya memang ini ada perlawanan dari oligarki," tutur Andre.

"Jadi harapan kami sekali lagi, kita berikan dukungan penuh kepada PTPN untuk menggarap proyek strategis nasional terhadap 3 subholding milik PTPN yakni sawit, gula dan supporting ini. Tapi terkait minyak goreng, PTPN harus berperan penting serta harus jadi pemain besar, dan ini jadi pelajaran bahwa saat ini negara kita sebagai produsen CPO terbesar di dunia bahkan produsen minyak goreng terbesar di dunia tapi kalah oleh oligarki," sambungnya.

Simak juga video 'Andre Rosiade Bantah Anggota DPR Bagian dari Oligarki Minyak Goreng':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/idn)