Anggota Komisi XI DPR Kritik Pelantikan Bos Baru OJK Ditunda

Gibran Maulana - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 17:43 WIB
Panitia Seleksi Bos Baru OJK
Foto: Panitia Seleksi Bos Baru OJK (Fauzan Kamil/tim infografis detikcom).
Jakarta -

Pelantikan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (ADK OJK) periode 2022-2027 tidak jadi digelar hari ini. Anggota Komisi XI DPR Wihadi Wiyanto kecewa dengan penundaan pelantikan ini.

"Ketua MA harus segera melakukan pengambilan sumpah untuk ADK OJK yang baru dan info pembatalan hari ini adalah peristiwa sangat disayangkan, karena sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukan pengambilan sumpah ADK OJK yang baru. Apalagi, secara legal formal sudah disahkan dengan diparipurnakan DPR dan Presiden juga sudah mengeluarkan Keppres No 51/P/2022 Tanggal 9 Mei 2022. Dengan begitu sebenarnya masa tugas ADK periode 2017-2022 sudah selesai dan saya kira hal ini mendesak untuk segera dilakukan pengambilan sumpah," kata Wihadi dalam keterangannya, Selasa (24/5/2022).

Untuk diketahui, penundaan pelantikan ini terungkap dari surat Sekretaris Mahkamah Agung yang diterima detikcom. Surat ini diteken Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi.

Wihadi mempertanyakan apa dasar penundaan rencana pengambilan sumpah ADK OJK yang baru. Menurutnya, ini sudah memenuhi persyaratan secara legal formal dan sudah disusun jauh-jauh hari.

"Jadi menurut saya dengan secepatnya diganti itu akan menjadi lebih baik dan kepastian dalam industri keuangan dalam masa transisi ini yang penuh dengan ketidakpastian serta akan memberikan angin segar di industri jasa keuangan Indonesia," kata Wihadi.

Wihadi berharap dari ADK OJK memberi harapan dari industri jasa keuangan, terutama pembaruan pada OJK.

Berikut ini petikan surat penundaan pelantikan tersebut:

"Diberitahukan dengan hormat bahwa sehubungan dengan satu dan lain hal, maka Pengucapan Sumpah/Janji Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang semula akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 24 Mei 2022, ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan," bunyi surat tersebut.

(gbr/tor)