Sabu yang Dibeli Hakim PN Rangkasbitung Jenis Blue Ice

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 17:16 WIB
Tangkapan layar IG BNN Banten
Ketua BNN Banten Hendri Marpaung menunjukkan barang bukti sabu dari dua hakim PN Rangkasbitung. (Tangkapan layar IG BNN Banten)
Serang -

Kepala BNN Banten Hendri Marpaung mengatakan sabu yang dibeli oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung, RA (39) dan DA (39), adalah jenis blue ice. Tingkat kemurnian sabu tersebut 100 persen. Karena itu, harganya tinggi, di pasaran paling mahal.

Dilihat detikcom di halaman akun Instagram BNN Banten, Selasa (24/5/2022), terdapat video penangkapan dan penggeledahan terkait kasus ini. Di video itu, tim penyidik BNN awalnya mengamankan RASS (32) di sebuah kantor jasa pengiriman barang.

Terlihat para penyidik yang melakukan interogasi kepada RASS, yang masih menggunakan seragam. Terjadi perdebatan antara penyidik dan RASS.

Hendri juga terlihat dalam video itu dan memerintahkan RASS untuk dimasukkan ke mobil. "Naikkan ke mobil," kata Hendri kepada para penyidik.

Tim penyidik BNN kemudian menuju ke PN Rangkasbitung. Mereka kemudian masuk ke salah satu ruangan hakim.

Ada hakim yang berdiri, dan sedang diperiksa barang serta tasnya. Saat itu ditemukan tas kecil hitam. Lalu terlihat ada alat bantu isap atau bong.

Hendri kemudian membuka paket kiriman yang diamankan di kantor ekspedisi. Paket itu tampak dia gunting.

Di dalam paket ada sebuah bungkusan plastik. "Ini ada berjenjang, ice blue kristal biru, ini yang putih, white. Ya, lihat," kata Hendri sambil memperlihatkan.

Dua hakim YR dan DA saat ini sudah berstatus tersangka. Mereka saat ini ditahan di rutan BNN Banten bersama ASN pengadilan inisial RASS.

"Ketiga tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah kita tahan, saat ini di rutan BNN,"' kata Hendri terkait informasi terbaru soal kasus narkoba dua hakim PN Rangkasbitung hari ini.

(bri/aud)