Panglima TNI Akui Kekurangan Alutsista di IKN, TB Hasanuddin Beri Catatan

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 16:25 WIB
Cagub Jabar TB Hasanuddin menjalani syuting Blak-blakan DCandidate detikcom di Jakarta
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP Mayjen (purn) TB Hasanuddin merespons Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang menyebut ada kekurangan alat utama sistem senjata (alutsista) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim). TB Hasanuddin meminta agar pemerintah bisa melakukan reorganisasi dan redisposisi di tubuh militer

"Begini, di rapat rancangan undang-undang IKN, saya sudah minta bahwa, kalau tidak ada anggaran atau tidak ada dana maka lakukan redisposisi, rekomposisi, untuk melakukan pertahanan Ibu Kota dengan redisposisi dari daerah lain," kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).

TB Hasanuddin menyebut pergeseran itu dapat dilakukan dari daerah lain yang tak begitu genting. Namun dia mendorong pemerintah tetap menambah alutsista dan pasukan di wilayah IKN.

"Iya dari daerah lain yang tidak begitu urgent itu digeser, baik personel atau alutsistanya. Tapi lebih bagus sebetulnya menambah alutsista dan jumlah pasukan," ujarnya.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin menuturkan belum ada pembicaraan antara DPR dengan pemerintah terkait pengadaan alutsista di wilayah IKN. Dia menyebut akan menggelar rapat kerja bersama pemerintah dan Panglima TNI Jenderal Andika untuk menindaklanjuti situasi tersebut.

"Sekarang ini harusnya nanti biar ada rapat kerja antara Panglima TNI dengan Komisi I untuk menindaklanjuti situasi seperti ini," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto menyebut IKN di Kaltim dari sisi pertahanan rentan. Dia menyebut salah satu faktor yang rentan adalah wilayah udara.

Menanggapi hal itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan memang ada kekurangan dalam hal alat utama sistem senjata (alutsista) TNI. Bahkan, menurut Andika, bukan hanya di udara, tapi juga di darat dan laut.

"Memang kalau dilihat dari alutsista kita, memang kurang banyak sekali. Bukan hanya di udara, tapi di matra darat dan laut," kata Andika di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (23/5).

Andika mengatakan pengadaan alutsista tersebut dipegang oleh Kementerian Pertahanan. Menurutnya, pemerintah telah berusaha memberikan sebanyak mungkin terkait pengadaan alutsista.

"Tetapi yang jelas apa pun yang bisa diberikan oleh pemerintah kepada TNI, yang dalam hal pengadaan alutsista ini dieksekusi oleh Kemenhan, kita sudah sangat berterima kasih karena memang itulah kemampuan negara. Dan pemerintah sudah berusaha memberikan yang terbanyak sesuai dengan kondisi keuangan," tutur dia.

(fca/maa)