Soal Pertahanan di IKN, Panglima TNI: Alutsista Kita Memang Kurang Banyak

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 12:13 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mendatangi Lumajang
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Faiq Azmi/detikcom)
Jakarta - Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) dari sisi pertahanan rentan. Dia menyebut salah satu faktor yang rentan adalah wilayah udara.

Menanggapi hal itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan memang ada kekurangan dalam hal alat utama sistem senjata (alutsista) TNI. Bahkan, menurut Andika, bukan hanya di udara, tapi juga di darat dan laut.

"Memang kalau dilihat dari alutsista kita, memang kurang banyak sekali. Bukan hanya di udara, tapi di matra darat dan laut," kata Andika di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2022).

Andika mengatakan pengadaan alutsista tersebut dipegang oleh Kementerian Pertahanan. Menurutnya, pemerintah telah berusaha memberikan sebanyak mungkin terkait pengadaan alutsista.

"Tetapi yang jelas apa pun yang bisa diberikan oleh pemerintah kepada TNI, yang dalam hal pengadaan alutsista ini dieksekusi oleh Kemenhan, kita sudah sangat berterima kasih karena memang itulah kemampuan negara. Dan pemerintah sudah berusaha memberikan yang terbanyak sesuai dengan kondisi keuangan," tutur dia.

"Dan dari tahun ke tahun biasanya selalu ada naik, turun, dan itu semua juga akan berpengaruh pada besaran. Tapi yang jelas tidak ada pemerintah yang tidak berusaha maksimal dalam memberikan anggaran termasuk pemerintah presiden," sambungnya.

Sebelumnya, Andi Widjajanto menilai IKN rentan di sisi pertahanan negara. Dia mendesak dibangun kapasitas pertahanan negara untuk menjadi stabilitas di Nusantara.

"Perkembangan teknologi pertahanan udara juga memberi guncangan terhadap gagasan geopolitik tradisional. Jarak geografis tidak lagi menjadi faktor utama dalam merumuskan kapasitas pertahanan," kata Andi dalam webinar BRIN dengan tema 'IKN Dalam Dinamika Keamanan Regional dan Refleksi Identitas Global Indonesia' yang disiarkan di channel YouTube BRIN, Kamis (12/5).

"Teknologi persenjataan terkini seperti senjata ICBM dan rudal hypersonic mampu menjangkau lokasi yang jaraknya sangat jauh dari lokasi peluncuran sangat cepat," imbuh dia.

Hasil penelitian yang dilakukan rekan-rekannya didapat data ada kecenderungan labil terhadap perang yang melibatkan IKN. Jika melihat dari kondisi geografisnya, menurut Andi, sangat mungkin terjadi perang di ibu kota tersebut.

"Kecenderungan perang di ibu kota itu terjadi pada ibu kota negara yang letaknya sangat dekat dengan perbatasan-perbatasan darat, sangat dekat dengan pelabuhan. Semakin dekat dengan pelabuhan utama, semakin dekat dengan perbatasan, maka kecenderungan perang ibu kotanya semakin meningkat," pungkas Andi.

Simak juga video 'Begini Tahapan Pemindahan ASN hingga TNI-Polri ke IKN':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)