Anwar Abbas: Muhammadiyah Gembira Jokowi Tindak Tegas Mafia Tanah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 16:02 WIB
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas
Anwar Abbas (Iswahyudi/ 20detik)
Jakarta -

Ketua PP Muhammadiyah Anwar abbas mengapresiasi pemerintah yang serius menangani permasalahan mafia tanah yang kerap meresahkan masyarakat. Muhammadiyah berharap pemerintah bisa mengusut tuntas masalah ini.

"Muhammadiyah menyambut gembira instruksi Presiden Joko Widodo yang telah memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas mafia tanah di tanah air yang benar-benar sudah sangat meresahkan," ujar Anwar kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).

Anwar mengatakan masalah mafia tanah ini sudah meresahkan masyarakat. Dia mengatakan mafia tanah memiliki banyak cara untuk menguasai tanah warga.

"Oleh karena itu dengan adanya instruksi Presiden tersebut kita harapkan seluruh jajaran yang terkait dapat bekerja sama dan bekerja secara bersungguh-sungguh agar pemerintah dapat mengembalikan tanah-tanah tersebut kepada pemiliknya yang sebenarnya," ucapnya.

Anwar berharap korban mafia tanah bisa kembali mendapatkan haknya. Dia juga mengimbau korban mafia tanah yang berhasil mendapatkan tanahnya agar segera memanfaatkan tanah itu.

"Sehingga diharapkan mereka akan dapat memfungsikan tanahnya dengan sebaik-baiknya apakah sebagai tempat tinggal, tempat bermain, melakukan aktivitas sehari-hari, mendirikan bangunan, menanam tumbuh-tumbuhan yang mereka inginkan dan perlukan. Sehingga diharapkan kesejahteraan hidup mereka akan bisa meningkat sesuai dengan yang kita harapkan dan cita-citakan," katanya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md menyebut pemerintah bakal membentuk tim khusus lintas kementerian untuk memberantas mafia tanah. KPK bakal dilibatkan dalam tim khusus tersebut
.
"Kita sudah sepakat untuk segera membentuk tim lintas kementerian dan lembaga, termasuk KPK, untuk melakukan prosedur dan melakukan penilaian atas ini semua. Saya akan tindak lanjuti," kata Menko Polhukam Mahfud Md kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (23/5).

Tim khusus untuk memberantas mafia tanah itu dibentuk karena banyaknya orang yang tidak punya tanah tetapi merebut hak orang lain. Pemerintah bakal tegas menindak mafia tanah tersebut.

(zap/imk)