ADVERTISEMENT

Janji KPK Tangkap Harun Masiku dan Cerita Novel soal Intimidasi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 10:48 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Ilustrasi terkait dengan KPK. (Ari Saputra/detikcom)

Novel Baswedan yang kini mengemban amanah sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Polri angkat bicara tentang Harun Masiku. Dia mengaku mendapat banyak pertanyaan kenapa saat aktif di KPK tidak menangkap Harun Masiku.

"Terkait dengan buronan Harun Masiku, ada yang bertanya kenapa ketika kami di KPK tidak ditangkap dan sekarang kami mengkritik Firli dkk," kata Novel mengawali cuitannya di Twitter pada Senin, 23 Mei 2022.

Novel lantas menjelaskan tentang 3 hal yang menjadi dasarnya mengkritik KPK saat ini. Berikut cuitan Novel:

Setidaknya ada 3 hal penting yang menjadi masalah:

1. Pada saat tim KPK melakukan OTT terhadap kasus tersebut, tim KPK diintimidasi oleh oknum tertentu dan Firli dkk diam saja.

2. Tim yang melakukan penangkapan tersebut dilarang untuk yang melakukan penyidikan (barangkali karena dianggap tidak bisa dikendalikan). Sekarang orang-orang tersebut telah sukses disingkirkan oleh Firli dkk.

3. Tim KPK yang berhasil melakukan OTT tersebut justru 'diberi sanksi'. Satu anggota Polri dikembalikan (walaupun tidak berhasil), 1 dari kejaksaan dikembalikan dan beberapa pegawai Dumas dipindahtugaskan oleh Firli dkk. Beberapa lainnya disingkirkan dengan proses TWK.

"Kasus Harun Masiku ini diduga melibatkan petinggi partai tertentu. Pencarian terhadap Harun Masiku saya yakin tidak dilakukan kecuali hanya sekadarnya saja. Apakah ada kaitannya? Hanya Firli dkk yang tahu," ucap Novel.

Novel tidak membeberkan jelas mengenai intimidasi serta dugaan keterlibatan petinggi partai itu. Namun bila merujuk pada peristiwa-peristiwa sebelumnya berkaitan dengan Harun Masiku memang sempat diwarnai insiden-insiden dramatis yang sampai saat ini belum terungkap jelas.

Respons KPK

Menanggapi pelbagai kritik soal Harun Masiku, KPK masih menyampaikan janji-janji tentang perburuan Harun Masiku. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut KPK tidak berhenti mencari Harun Masiku.

"Sebagai komitmen kami untuk menuntaskan setiap penanganan perkara di KPK, khususnya pada kasus dugaan suap pada KPU terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI, kami memastikan tak berhenti mencari keberadaan HM (Harun Masiku)," kata Ali.

Ali menerangkan, salah satu bentuk konkret KPK dalam pencarian Harun Masiku adalah melalui koordinasi dengan pihak Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham). Koordinasi itu disebut agar Harun Masiku tidak kabur ke luar negeri.

"Dalam pencarian HM yang telah berstatus sebagai DPO, KPK tentu telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM sebagai institusi yang punya otoritas untuk bisa memantau pergerakan seseorang di lintas batas negara melalui jalur keimigrasian," terangnya.

Selain itu, Ali menjelaskan, KPK telah berkomunikasi dengan Kepolisian Republik Indonesia khususnya dalam penanganan seseorang yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Kemudian, KPK juga telah bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional dalam perluasan pencarian Harun.

"KPK juga tentu telah berkoordinasi dengan kepolisian RI sebagai aparat penegak hukum yang memiliki atribut dan fungsi untuk bisa melakukan penangkapan terhadap seorang DPO. Tak hanya itu, KPK juga telah berkoordinasi dengan banyak lembaga internasional. Untuk bisa membantu melakukan perburuan DPO HM ini," ungkapnya.


(dhn/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT