Janji KPK Tangkap Harun Masiku dan Cerita Novel soal Intimidasi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 10:48 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Ilustrasi terkait dengan KPK. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Deretan spekulasi di balik raibnya Harun Masiku masih menjadi buah bibir. Terlebih, janji-janji KPK untuk segera meringkusnya sampai kini belum dituntaskan.

Demi merawat ingatan serta menolak lupa, mari merunut kembali tentang buronan legendaris KPK, yaitu Harun Masiku. Dia sebelumnya dikenal sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP.

Namanya muncul saat Januari 2020, ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kala itu Wahyu Setiawan, yang masih aktif sebagai Komisioner KPU, dijerat KPK.

Dalam 1 x 24 jam, KPK resmi menetapkan Wahyu Setiawan sebagai tersangka. Wahyu diduga menerima uang terkait dengan penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Pada 9 Januari 2020, Wahyu Setiawan resmi menyandang status sebagai tersangka. Wahyu Setiawan tak sendiri. Ada seorang bernama Agustiani Tio Fridelina yang diduga turut menerima suap bersamanya. Sedangkan pemberi suap saat itu ditetapkan KPK adalah Harun Masiku dan Saeful Bahri.

Namun saat itu Harun Masiku tidak ikut terjaring OTT KPK. Perburuan pun dilanjutkan disertai berbagai informasi yang mencengangkan mengenai alasan Harun Masiku bisa lolos dari jeratan OTT KPK.

DPO Harun Masiku.Harun Masiku (Foto: dok istimewa/situs resmi KPK)

Semua Divonis Bersalah tapi Harun Masiku di Antah Berantah

Waktu berlalu hingga akhirnya ketiga tersangka dalam kasus itu dihadirkan ke hadapan meja hijau. Ketiganya divonis bersalah.

1. Saeful divonis 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan. Saeful yang juga kader PDIP dinyatakan hakim bersalah memberikan suap kepada Wahyu Setiawan saat menjabat komisioner KPU.

Hakim meyakini Saeful memberikan suap secara bertahap dan bersama-sama Harun Masiku, yang hingga kini belum tertangkap. Adapun pemberian pertama sebesar SGD 19 ribu atau setara dengan Rp 200 juta diserahkan pada 17 Desember 2019. Pemberian kedua sebesar SGD 38.350 atau setara dengan Rp 400 juta diserahkan pada 26 Desember 2019 oleh Saeful kepada Agustiani Tio Fridelina.

2. Wahyu Setiawan

Wahyu Setiawan divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan. Vonis ini lebih ringan 2 tahun dari tuntutan jaksa yang menuntut Wahyu 8 tahun penjara.

3. Agustiani Tio Fridelina

Agustiani Tio Fridelina divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan. Dia divonis di hari yang sama dengan Wahyu Setiawan.

Lihat juga video 'KPK: Kami Nafsu Sekali Mau Tangkap Harun Masiku, Kesempatannya Belum Ada':

[Gambas:Video 20detik]



Janji-janji KPK untuk memburu Harun Masiku sampai kini belum terwujud. Simak di halaman selanjutnya.