PPKM Se-Indonesia Diperpanjang hingga 6 Juni, Jabodetabek Level 1

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 08:41 WIB
Pamekasan Satu-satunya PPKM Level 3 di Jawa Bali, Ini Aturan yang Berlaku
Foto Ilustrasi PPKM (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah kembali memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Perpanjangan PPKM berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia hingga 6 Juni 2022.

Keputusan tersebut berdasarkan Inmendagri Nomor 26 dan Nomor 27 Tahun 2022. Perpanjangan PPKM mulai berlaku Selasa, 24 Mei 2022, hingga dua pekan ke depan.

Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal menyampaikan bahwa evaluasi PPKM yang dilaksanakan setiap dua pekan menunjukkan kondisi COVID-19 yang semakin baik. Dia menyebut Jabodetabek masuk PPKM level satu.

"Kita lihat data perubahan jumlah daerah pada setiap level PPKM baik di Jawa Bali dan di Luar Jawa Bali menunjukkan kondisi yang semakin membaik, dengan meningkatkan jumlah daerah yang berada di Level 1, termasuk Jabodetabek," kata Safrizal melalui keterangan tertulis, Selasa (24/5/2022).

Safrizal menyampaikan wilayah Jawa dan Bali, yang jumlah daerah yang berada di Level 1, mengalami peningkatan dari yang semula 11 daerah menjadi 41 daerah. Sedangkan daerah pada Level 2 mengalami penurunan dari yang semula 116 daerah menjadi 86 daerah, dan daerah di Level 3 tetap berjumlah 1 daerah yakni di Kabupaten Pamekasan, serta tidak ada daerah di Level 4.

Perpanjangan PPKM di Luar Jawa Bali juga memiliki kondisi yang sama, yaitu naiknya jumlah daerah yang berada di Level 1 dari yang semula 88 daerah menjadi 170 daerah. Sedangkan penurunan terjadi pada jumlah daerah di Level 2 dari yang semula 276 daerah menjadi 196 daerah, dan penurunan jumlah daerah di Level 3 dari yang semula 22 daerah menjadi 20 daerah.

"Kita terus berharap agar kondisi ini tetap terus berlanjut, walaupun pemerintah telah melonggarkan penggunaan masker khususnya di ruang terbuka yang tidak padat orang. Namun bagi kelompok rentan, lansia, yang memiliki komorbid, serta masyarakat yang memiliki gejala batuk dan pilek untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas," ujarnya.

Safrizal tetap mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk euforia dengan pelonggaran penggunaan masker, yang dapat berakibat naiknya kembali kasus COVID-19. Pemerintah daerah, kata Safrizal, diminta terus melakukan monitoring.

"Pelonggaran dalam hal penggunaan masker yang diberikan pemerintah tentu tidak perlu menjadi euforia, melainkan tetap menjadi warning bagi kita semua untuk terus waspada. Pemerintah Daerah tetap terus melaksanakan monitoring pelaksanaan protokol kesehatan khususnya di tempat-tempat keramaian, agar pandemi ini dapat segera kita lewati."

Khusus aturan PPKM di Luar Jawa Bali, terdapat penambahan pengaturan terkait dengan jam operasional restoran atau rumah makan dan kafe yang mulai beroperasi pada malam hari. Untuk Level 1, mereka dapat beroperasi hingga pukul 02.00 dengan kapasitas 100%, sedangkan untuk daerah yang berada di Level 2, dapat beroperasi sampai dengan pukul 02.00 dengan kapasitas kapasitas 75%, dan daerah dengan status Level 3 dapat beroperasi hingga pukul 00.00 dengan kapasitas pengunjung hanya 25%.

Lihat juga video 'Respons Satgas Covid-19 soal PPKM Dinilai Sudah Tak Relevan':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/imk)