Anggota DPR Khawatir Muncul Anggapan Bebas di Masyarakat Jika PPKM Dihapus

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 16:57 WIB
Komisi IX DPR rapat dengan Kementerian Kesehatan
Komisi IX DPR rapat dengan Kementerian Kesehatan (Firda/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP Rahmad Handoyo menyoroti langkah pemerintah yang tak lama lagi akan menghapus kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Handoyo mengingatkan jangan sampai masyarakat merasa situasi seolah-olah sudah bebas dan memicu pelonjakan kasus aktif COVID-19.

Awalnya Handoyo merujuk pada situasi sejumlah negara yang belakangan kembali mengalami kenaikan jumlah kasus COVID setelah ada pelonggaran.

"Nah saya bukannya tidak setuju (PPKM dihapus). Saya dalam kesempatan ini hanya ingin memberikan satu pertimbangan dan masukkan, tidak bertanya. Berkaca dari kasus di Amerika yang bulan Mei, 100.000 naik. Afrika Selatan naik, Taiwan juga naik. Meskipun sama dengan kondisi saat ini, Omicron," kata Handoyo saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2022).

Handoyo lantas mengingatkan jangan sampai kebijakan pelonggaran itu direspons masyarakat dapat beraktivitas dengan bebas tanpa batasan sama sekali.

"Yang ingin saya sampaikan, yang saya khawatirkan, menjadi bahan pertimbangan, ketika PPKM dihilangkan jangan sampai jadi stigma, 'wah, PPKM dihilangkan, PPKM sudah tidak ada, sehingga kita bebas lagi'. Jangan sampai seperti itu," katanya.

"Yang saya sampaikan bahwa jangan sampai ketika PPKM dihapus itu seolah-seolah sudah bebas, sudah merdeka. Ini penting," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.