Anggota DPR Kaget Warga Saudi Dilarang ke RI: Apa Betul Sebatas COVID?

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 07:50 WIB
Anggota Komisi IX F-PDIP, Rahmad Handoyo
Foto: Rahmad Handoyo (dok. Istimewa)
Jakarta -

Arab Saudi melarang warganya untuk masuk ke Indonesia dengan alasan kondisi kasus COVID-19. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo kaget dengan larangan itu.

"Saya kira ini mengagetkan ya. Kita menjadi salah satu (pengecualian) warga Arab Saudi dilarang ke 16 negara termasuk kita (Indonesia). Saya justru bertanya apa betul ini (hanya) sebatas COVID-19?" ujar Rahmad ketika dihubungi, Senin (23/5/2022).

Rahmad mengatakan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia patut disyukuri. Sebab, kasus COVID-19 di RI kini melandai.

"Februari naik tajam ketika (libur) nataru (natal dan tahun baru). Yang tadinya Lebaran ada potensi naik tapi bersyukur alhamdulillah bagus, baik dari kasus harian tidak lebih dari 250 per hari, kemudian hospitalisasi harian juga turun," kata Rahmad.

Selain itu, Rahmad menyebut rawat intensif harian hingga kasus meninggal harian pasca lebaran juga turun. Bahkan, positivity rate nasional terbilang rendah yakni 0,38%.

"Yang menjadi pertanyaan apa betul ini hanya sebatas kondisi Covid?" jelasnya.

Rahmad membandingkan dengan kasus Corona harian di negara lain. Di Amerika Serikat mencapai 100 ribu kasus per hari, Taiwan 70 ribu kasus per hari, dan Afrika Selatan 10 ribu kasus per hari.

"Di antara negara-negara lain, kita cukup bagus bahkan pemerintah sampai ada penyesuaian aturan seperti tidak wajib bermasker di area terbuka," imbuh Rahmad.

"Apa betul hanya sebatas Covid atau ada isu lain? Saya kira Kementerian Luar Negeri perlu bertanya kepada pemerintah (Arab Suadi) alasan apalagi?" jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Arab Saudi melarang warganya bepergian ke 16 negara termasuk Indonesia. Hal ini terkait kasus COVID-19 di negara-negara tersebut.

Demikian kata Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Arab Saudi. Selain ke Indonesia, warga Arab Saudi dilarang ke Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, India, Yaman, Somalia, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Libya, Vietnam, Armenia, Belarusia, dan Venezuela.

"Warga negara Arab Saudi dilarang bepergian ke 16 negara karena kasus COVID-19 di negara-negara tersebut," kata Jawazat dikutip dari Saudi Gazette, Senin (23/5/2022).

(isa/eva)