ADVERTISEMENT

Pemprov DKI Ungkap Alasan Proyek ITF Sunter Tak Gunakan APBD Sejak Dulu

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 23:01 WIB
Sampah nampak berceceran di pinggir Jalan Sunter, Jakarta Utara. Hal itu terjadi karena lahan yang akan dibangun fasilitas ITS baru akan dimulai akhir Juli 2019.
ITF Sunter (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mengungkap alasan tak menggunakan APBD untuk membiayai proyek intermediate treatment facility (ITF) Sunter. Sebab, skema yang diterapkan selama ini bersifat business to business (B to B).

"Jadi skema dari ITF Sunter ini awalnya kan investasi, business to business. Diharapkan mitra JakPro terpilih juga membawa pendanaannya," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Agus Kuswanto di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2022).

Agus mengungkap rencana pembangunan ITF Sunter itu sudah ada sejak zaman kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo (Foke).Kala itu, Pemprov berharap ada pihak ketiga yang memberikan sumber pendanaan untuk proyek ini lantaran APBD terbatas.

"ITF itu sudah diwacanakan dari era Foke hingga sekarang perjalanan panjang. Milestone pembangunan ITF sangat ditunggu akan jadi pengolahan sampah modern pertama di Indonesia. Sudah 2-3 kali peletakan batu pertama dimulai dari Foke," jelasnya.

Agus menyambut baik apabila DPRD mengusulkan proyek ITF Sunter didanai oleh APBD DKI Jakarta. Dengan begitu, tahapan pembangunan ITF Sunter bisa segera dimulai.

"Kami senang sekali kalau memang akan ada support APBD pada pembangunan ITF Sunter itu. Jadi paling enggak kita bisa memastikan kapan ITF bisa terbangun. Jadi kalau isu pendanaan dengan APBD dan kita bisa menjaga selama tiga tahun ke depan alokasi dana tidak terhambat ya mudah-mudahan ITF Sunter terbangun," ujarnya.

Meski begitu, alokasi anggaran itu baru bisa diajukan ketika pembahasan APBD Perubahan 2022 mendatang.

"Nanti semua tergantung pada saat pembahasan APBDP. Apakah PMD untuk APBD itu disetujui atau tidak. Kalau disetujui ya berarti bisa segera dimulai ITF Sunternya," imbuhnya.

Asep juga mengungkap alasan Pemprov DKI sulit mendapatkan investor untuk ITF Sunter. Salah satunya, tidak ada jaminan dari pemerintah atas rencana pinjaman besar.

Bahkan Asep mengungkap perusahaan pembangkit listrik asal Finlandia, Fortum Power Heat and Oy, sempat mau berinvestasi sampai akhirnya mengundurkan diri dari proyek ini.

"Ini yang selama ini masih diragukan para investor itu. Kenapa? Karena memang proyek ITF ini proyek yang tidak ada penjaminan dari pemerintah. Jadi istilah kita itu adalah project financing, project yang pendanaannya dan penjaminannya dari proyek itu sendiri. Ini yang Kemudian investor merasa kurang yakin dengan proyek ini," imbuhnya.

"Namanya dulu sempat ada yang mau bangun ITF dari Finlandia. Tapi kemudian Jakpro tengah berupaya mencari mitra baru," sambungnya.

Karena itu, pihaknya mendukung supaya Badan Anggaran DPRD DKI dapat menyetujui usulan penggunaan APBD untuk proyek ITF Sunter.

"Kalau khawatir nantinya JakPro akan mengalami hal yang sama, maka dicoba dengan APBD lewat PMD," ucapnya.

Komisi D DPRD DKI usul proyek ITF Sunter pakai APBD DKI, simak di halaman berikut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT