Mendagri Singapura Ungkap Ancaman Pendukung UAS, Singgung Tragedi 9/11

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 21:53 WIB
Massa Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) demo di depan Kedubes Singapura, Jakarta. Mereka tuntut Singapura minta maaf usai deportasi Ustaz Abdul Somad.
Pendukung Ustaz Abdul Somad (UAS) saat demo di Kedubes Singapura pada Jumat (20/5) (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Singapura K Shanmugam mengungkap pendukung Ustaz Abdul Somad (UAS) melontarkan ancaman dengan membawa tragedi 9 September 2001 atau dikenal dengan tragedi 9/11. Ancaman itu dilontarkan lewat media sosial (medsos).

Seperti dilihat di situs Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura, Senin (23/5/2022), Shanmugam mengatakan komentar ancaman melalui medsos itu telah dihapus karena melanggar standar komunitas.

"Jika Anda mengabaikan peringatan kami, maka kami tidak akan ragu untuk mengusir duta besar negara Anda. Kami akan mengirimkan Pasukan Pembela Islam, Pasukan Keadilan Sejahtera dan Pasukan Pembela Ulama untuk menyerang negara Anda seperti 9/11 di New York 2001, dan kami juga akan mengusir warga Singapura yang berpura-pura transit dan tinggal di Indonesia," demikian kata Shanmugam mengutip komentar ancaman tersebut.

Shanmugam menilai ancaman terkait tragedi 9/11 tersebut terkait dengan warga Singapura di negaranya ataupun di Indonesia.

Tragedi 9/11 ialah aksi teroris yang membajak pesawat dan menabrakkan ke gedung kembang World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat (AS). Dalam peristiwa yang terjadi 11 September 2001 tersebut, hampir 3.000 orang tewas.

Shanmugam juga mengungkap ada pihak lain yang menyerukan penyerangan terhadap Singapura. Ancaman tersebut membawa-bawa kata bom hingga rudal.

"Komentar lainnya, saya kutip, 'Singapura harus dibom lagi', 'Kami akan menghancurkan Singapura', 'Segera hancurkan para pemimpin yang tidak adil di muka bumi ini termasuk Singapura', 'Negara kecil, namun begitu sombong, hanya dengan satu rudal dan Anda sudah selesai'," sebutnya.

Dia mengatakan pendukung UAS telah membanjiri halaman medsos miliknya, instansi pemerintah Singapura, termasuk para Pemegang Kantor Politik. Dia mengatakan pendukung UAS juga melakukan serangan siber hingga pemboikotan.

"Pendukungnya telah menyerukan serangan siber di Singapura, di situs Pemerintah, akun media sosial, boikot produk Singapura, dan agar orang Indonesia berhenti mengunjungi Singapura, semua karena kami menggunakan hak kami untuk menolak seseorang masuk ke Singapura," ucapnya.

Shanmugam juga menyatakan Singapura meminta maaf kepada pihak yang ditolak masuk ke negara tersebut.

"Mereka menuntut Singapura meminta maaf karena tidak membiarkan Somad masuk. Dengan begitu, kami akan meminta maaf kepada banyak orang yang kami tolak masuk. Dan banyak negara di dunia, secara teori, seharusnya meminta maaf," ucapnya.

UAS Ditolak Masuk Singapura

Sebelumnya diberitakan, Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk Singapura bersama rombongannya. UAS datang ke Singapura melalui Terminal Feri Tanah Merah Singapura Senin (16/5).

UAS datang bersama enam orang rombongannya. Mereka sempat diperiksa otoritas Singapura.

Setelah diperiksa, pada hari yang sama, UAS beserta rombongan dikembalikan ke Indonesia menggunakan feri melalui Batam, Kepulauan Riau.

(jbr/eva)