ADVERTISEMENT

KPK: Analisis ICW Hitung Kerugian Negara Salah Kaprah, Hasilnya Keliru

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 19:18 WIB
Gedung baru KPK
Gedung Merah Putih KPK (Andhika Prasetia/detikcom)

Ali juga menjelaskan soal asset recovery yang telah dioptimalisasi KPK. Tercatat sejak 2020 KPK melakukan asset recovery senilai Rp 294.778.133.050. Kemudian terjadi kenaikan sebesar 41% di tahun berikutnya menjadi Rp 416.941.569.376. Sementara itu, sepanjang 2022 KPK telah melakukan optimalisasi aset sebanyak Rp 183.157.346.649.

"Perhitungan asset recovery tersebut berasal dari denda, uang pengganti, dan rampasan," ucapnya.

"Kemudian penerapan pasal TPPU, sebagai salah satu instrumen untuk mengoptimalkan asset recovery, KPK mencatat telah menangani sejumlah 44 perkara. Tahun 2021 sendiri sejumlah 6 perkara," tutup Ali.

KPK berharap kajian terkait pemberantasan korupsi disusun komprehensif berbasis data dan fakta akurat. Jadi hasilnya bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat dalam upaya pemberantasan korupsi, tidak hanya untuk KPK, tapi bagi penegak hukum lainnya yang melakukan penanganan korupsi.

"Di mana perbaikan tersebut bisa lebih luas, tidak hanya bagi KPK, namun juga bagi aparat penegak hukum lainnya, Kepolisian dan Kejaksaan, yang juga punya kewenangan melakukan penanganan tindak pidana korupsi," ucapnya.

ICW Soroti Besarnya Kerugian Negara Akibat Korupsi

Sebelumnya, ICW sampaikan laporan kerugian negara akibat kasus korupsi tahun 2021 mencapai Rp 62,9 triliun. Angka itu disebut sangat besar dalam 5 tahun terakhir.

ICW menyebut, dari jumlah total kerugian negara di tahun 2021, KPK hanya menangani 1% atau sekitar Rp 800 miliar.

ICW mendata setidaknya ada 1.400 terdakwa KPK di tahun 2021. Dari jumlah tersebut, 12 terdakwa dijerat dengan Undang-Undang TPPU. Namun, ICW menyebut hal tersebut menandakan KPK dan Kejaksaan belum memiliki perspektif pemberian efek jera dalam konteks hukuman ekonomi dengan menggunakan pencucian uang.


(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT