Disambangi Jenderal Andika, Haedar Nashir: Muhammadiyah dan TNI Menyatu

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 18:16 WIB
Jenderal Andika Perkasa dan Haedar Nashir
Jenderal Andika Perkasa dan Haedar Nashir (Foto: Situs Muhammadiyah)
Jakarta -

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bersilaturahmi ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan itu berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat, seperti dalam keterangan yang dikutip dari situs Muhammadiyah, Senin (23/5/2022). Jenderal Andika disambut langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dan Goodwill Zubair, beserta Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan terima kasih atas silaturahmi ini. TNI dengan Muhammadiyah, negara dengan Muhammadiyah ini kan menyatu. Jenderal Sudirman itu kan kader Muhammadiyah sehingga jiwa kebangsaan dan kenegaraan itu menyatu dengan TNI demikian juga sebaliknya dengan jiwa keagamaan Pancasila dan kebudayaan luhur bangsa yang menyatu dengan Muhammadiyah," kata Haedar seusai acara.

Haedar mengatakan pertemuan membahas masalah kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila, agama, dan kebudayaan luhur bangsa dibicarakan dalam momen itu.

"Tadi kami berbicara agar nilai Pancasila, agama, dan kebudayaan luhur bangsa sebagai kepribadian sekaligus dasar kita ngurus negara ngurus bangsa, ngurus Tanah Air. Karena dengan nilai itu kita punya daya hidup," kata Haedar.

Selain itu, Muhammadiyah membicarakan tentang kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan. Haedar menyinggung soal perilaku agar tidak terlibat korupsi.

"Terakhir kita ini kaya dengan sumber daya insani yang harus kita didik dengan baik supaya tidak korupsi, bertanggung jawab dan menjaga Tanah Air dan negara yang itu lahir dari sikap amanah," ujar Haedar.

Sementara itu, Jenderal Andika menyampaikan TNI akan bekerja sama dalam bidang kesehatan untuk daerah 3 T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) dan antar-pulau. Apalagi Muhammadiyah diketahui telah memiliki program kapal apung yang melayani kesehatan bagi masyarakat di pulau terpencil.

"Dari percakapan tadi justru saya sangat kagum karena Muhammadiyah dengan sumber daya sendiri bagi saya termasuk memberikan contoh bagaimana merawat nilai-nilai Pancasila, kemanusiaan dengan menyiapkan pendidikan di tempat-tempat yang kami mungkin tidak pernah hadir. Kami punya 116 rumah sakit, tapi Muhammadiyah punya 118. Lebih banyak dari kami. Belum lagi sekolah-sekolah. Ini menunjukkan dengan sumber daya sendiri Muhammadiyah memberi contoh bagaimana meningkatkan sumber daya manusia, menggerakkan UMKM yang itu semua sudah dilakukan oleh Muhammadiyah selama ini," kata Andika.

(knv/tor)