Polisi: Ferrari Indra Kenz Disimpan di Bengkel Ayah Vanessa Khong di Medan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 15:51 WIB
Ferrari Indra Kenz
Ferrari Indra Kenz (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Bareskrim Polri menyita mobil Ferrari California seharga Rp 3,5 miliar milik tersangka kasus Binomo Indra Kenz. Mobil itu disimpan di bengkel tersangka Rudiyanto Pei di Medan, Sumatera Utara.

"Ya itu di bawa sama IK (Indra Kenz) dan dipergunakan oleh IK di Medan, dan pada saat dilakukan penyitaan mobil tersebut ada di bengkel milik tersangka RP di Medan," kata Kanit 5 Subdit II Perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri Kompol Karta saat dimintai konfirmasi, Senin (23/5/2022).

Karta mengatakan mobil itu disimpan saat Indra Kenz belum tertangkap. Mobil itu juga sempat diservis di bengkel milik ayah dari Vanessa Khong itu.

"Karena itu disimpan saat Indra Kenz sebelum kita tangkap, lagi diservis ditaruh di situ nggak ada tempat makanya waktu kita sita nggak ada, cuma adanya di bengkel RP, RP waktu itu masih saksi juga," ujarnya.

Karta menyebut tidak ada dugaan upaya penyembunyian barang bukti. Mobil itu, katanya, kerap digunakan sebagai alat transportasi di Medan.

"Nggak ada penyembunyian, nggak ada, karena memang kalau di rumahnya dia nggak masuk, lokasinya masih kosong, yang rumah mewahnya masih kosong. Akhirnya ditaruh di bengkel, kalau dipakai sama dia habis itu ditaruh di bengkel, karena itu memang untuk transportasi di Medan," katanya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menjemput mobil Ferrari milik Indra Kenz dari Medan. Polisi pun sedang mengebut perbaikan berkas perkara Indra Kenz.

"Masih dalam pemberkasan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diserahkan berikut barang bukti dan tersangka ke Kejagung," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Senin (23/5).

Gatot mengatakan Ferrari tersebut dijemput menggunakan kapal Medan ke Jakarta. Mobil dengan nomor polisi B-8877-HP ini akan digabungkan bersama barang bukti lainnya.

"Dan kemarin hari Minggu, tanggal 22 Mei, sekitar pukul 12.00, sudah tiba di Bareskrim, kemudian dijadikan satu dengan kendaraan barang bukti lain. Dari Medan tanggal 11 berangkat dengan kapal laut, sampai di Jakarta hari Minggu kemarin tanggal 22 Mei," katanya.

(azh/haf)