Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT di RI, Kok di Malaysia Tidak

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 15:04 WIB
FILE - In this file photo dated Monday, Dec. 14, 2020, the Union Flag flies on the top of 10 Downing Street, the Prime Ministers official residence in London. The British government said Wednesday March 24, 2021, the national flag should be flown every day on all public buildings, the latest move in an increasing embrace of the Union flag. (AP Photo/Alberto Pezzali, FILE)
Foto ilustrasi bendera Inggris. (AP Photo/Alberto Pezzali, FILE)
Jakarta -

Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia di Jakarta dikecam usai mengibarkan bendera pelangi, lambang bagi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Namun, bendera yang sama tidak dikibarkan di Malaysia, yang kebetulan juga negara yang warganya mayoritas muslim. Kenapa?

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto belum tahu mengapa perlakuan Kedubes Inggris berbeda dengan Malaysia. Namun, menurutnya, ini bisa jadi karena kebijakan pemerintahan pusat Inggris.

"Nah saya juga tidak tahu. Sepertinya ada kebijakan dari pemerintah pusat Inggris, namun beda tahun beda Kedubes," ujar Hikmahanto kepada wartawan, Senin (23/5/2022).

Padahal, bendera LGBT juga pernah dikibarkan Kedubes Inggris di beberapa negara lain.

"Iya soalnya pernah (dikibarkan) di Rusia, di Irak, lalu di UAE di tahun yang berbeda," tuturnya.

Sementara itu, pakar hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, menilai bahwa aksi Kedubes Inggris ini memperkeruh kehidupan politik di Indonesia.

"Karena pengibaran bendera LGBT di samping bendera Kerajaan Inggris tersebut hanya dilakukan di Indonesia, di mana LGBT adalah masalah dalam negeri yang sangat pelik, maka Kedutaan Besar Inggris di Jakarta telah ikut campur dan memperkeruh kehidupan politik di dalam negeri Indonesia," ujarnya.

Dia menduga ada beberapa alasan yang melatari aksi Kedubes Inggris mengibarkan bendera LGBT ini. Salah satunya bisa jadi karena dorongan staf diplomatiknya.

"Patut diduga, Duta Besar Inggris tak mampu menolak aspirasi beberapa staf diplomatiknya yang adalah LGBT, sehingga bersikeras memaksa menaikkan bendera LGBT. Patut diduga juga, Kedubes Inggris menganggap pemerintah RI tak akan melakukan kritik karena sedang menangani banyak masalah kamtibmas sehingga dapat dengan mudahnya dipojokkan oleh sekutu global Inggris dengan isu HAM," jelasnya.

Lantas, mengapa bendera serupa tidak dikibarkan di Malaysia, yang juga negara muslim seperti Indonesia? Teuku mempunyai pendapat soal ini. Dia menyinggung hubungan Inggris dan Malaysia.

"Malaysia adalah bagian dari Commonwealth of Nations, yang dipimpin Inggris. RI adalah negara dengan mayoritas muslim," ujarnya.

Kedubes Inggris tidak kibarkan bendera LGBT di Malaysia. Silakan baca di halaman selanjutnya.

Simak Video 'Soroti Bendera LGBT, Komisi I Minta Kedubes Inggris Hormati Norma di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]