Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT di RI, Bagaimana dengan Malaysia?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 12:16 WIB
Bendera pelangi LGBT sudah tak berkibar di Kedubes Inggris, Jakarta, 21 Mei 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Bendera pelangi LGBT sudah tak berkibar di Kedubes Inggris, Jakarta, 21 Mei 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Jakarta -

Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia di Jakarta menuai kecaman lantaran mengibarkan bendera pelangi yang menjadi lambang bagi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) itu. Namun, bendera ini tidak dikibarkan di Malaysia, negara tetangga yang juga penduduknya mayoritas muslim.

Sebagaimana dilihat detikcom, Senin (23/5/2022), di akun resmi Instagram Kedubes Inggris untuk Malaysia di Kuala Lumpur @ukinmalaysia, tak tampak unggahan soal pengibaran bendera LGBT.

@ukinmalaysia hanya sesekali meng-update unggahannya. Salah satunya soal film yang bercerita tentang kerajaan Inggris. Tidak ada unggahan soal bendera LGBT dikibarkan di Malaysia.

Sementara itu, persoalan serupa soal bendera LGBT ini pernah terjadi di Uni Emirat Arab (UEA).

Ditelusuri detikcom, Minggu (22/5/2022), saluran surat kabar asal Inggris, The Independent, pernah mewartakan mengenai reaksi keras dari publik usai Kedubes Inggris di UEA mengibarkan bendera pelangi di Abu Dhabi. Peristiwa itu terjadi pada Juni 2021.

UEA sejatinya berupaya memperlihatkan diri sebagai negara Islam liberal di Timur Tengah. Namun UEA masih menerapkan hukuman bagi homoseksualitas. Itulah mengapa saat Kedubes Inggris mengibarkan bendera pelangi sebagai dukungan bagi LGBT+ saat itu dan mengunggahnya di media sosial, banyak warganet langsung mengkritiknya.

Komentar warganet yang disebut sebagai kaum konservatif itu menuliskan beragam hal seperti 'Tak dapat diterima', 'Tidak sopan', dan 'Penghinaan'. Sementara lainnya menuliskan 'Rasis' dan sebagian besar lainnya meminta pihak Kedubes Inggris segera menurunkan bendera pelangi itu.

Pengamat politik Emirat, Abdulkhaleq Abdulla, kala itu memahami bila pihak Kedubes Inggris sudah meminta izin untuk mengibarkan bendera itu. Namun menurutnya sebaiknya hal itu tidak dilakukan mengingat sepertiga populasi merupakan bagian dari konservatif yang lebih vokal dalam menyuarakan hal semacam ini.

"Mereka memang telah menginformasikan ke Menteri Luar Negeri. Mereka bilang, 'Lihatlah, kami melakukan ini sebagai dukungan untuk hak-hak dari LGBT'. Saya rasa jawabannya adalah, 'Sebaiknya kalian tidak melakukannya meskipun itu adalah hak kedaulatan kalian'. Jadi mereka tidak benar-benar memberikan lampu hijau tetapi sebenarnya lampu kuning," ucap Abdullah.

Tonton video 'Soroti Bendera LGBT, Komisi I Minta Kedubes Inggris Hormati Norma di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]