Uji Publik Hoegeng Awards 2022

Aiptu Jailani, Legenda Polantas Jujur dari Gresik

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 07:15 WIB
Baur SIM Satpas Polres Gresik Aiptu Jailani yang dikenal berintegritas, jujur, dan tegas hingga pernah menilang istrinya sendiri.
Almarhum Aiptu Jailani (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Jakarta -

Nama Aiptu Jailani menjadi legenda. Mendiang polisi yang tugas terakhirnya sebagai Polantas di Gresik, Jawa Timur, itu dikenang rekan-rekan sesama polisi hingga masyarakat sipil.

Jailani diketahui meninggal dunia di usia 53 tahun pada Minggu (17/4) sekitar pukul 20.50 WIB lalu. Dia meninggal karena serangan jantung.

Selama menjadi anggota polisi, kejujuran dan sikap integritas Aiptu Jailani diakui oleh banyak orang. Bahkan dia pernah menilang istrinya sendiri yang melanggar lalu lintas. Seperti apa kisahnya? Berikut ini rangkuman detikcom pada Senin (23/5/2022):

Menilang Istri Sendiri

Ketika masih bertugas di lapangan, sudah menjadi kewajibannya melakukan penindakan terhadap para pengguna jalan yang melanggar aturan berlalu lintas. Saat itu antara 2013/2014 silam, Aiptu Jailani menilang istrinya sendiri ketika sedang bertugas di Jalan Jaksa Agung Suprapto yang sedang menerapkan car free day (CFD).

Karena sedang CFD tentu saja tidak boleh ada kendaraan bermotor yang melintas di jalan itu. Lhadalah, malah istrinya sendiri yang sedang berboncengan dengan anaknya melintas masuk jalan itu.

Hebatnya, Jailani melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas itu dengan tidak pandang bulu. Tidak peduli bahwa itu istrinya sendiri, pelangaran tetap pelanggaran yang harus ditindak tegas.

"Seingat saya waktu itu car free day, bulan pertama minggu ketiga atau car free day pertama," kata Jailani ketika ditemui detikJatim, Senin (15/3).

Saat itu istrinya pulang belanja dari Simpang Lima Sukorame naik sepeda motor. Istrinya sempat lolos dari penjagaan rekan-rekannya Polantas yang bertugas di gang sekitar Jalan Jaksa Agung.

Istrinya terus melanjutkan perjalanan bersama anaknya naik sepeda motor melewati SMA 3 hingga akhirnya hanya istri Jailani yang melintas di antara banyak orang yang sedang CFD.

"Tidak ada pengendara lain yang melintas, ternyata itu hanya istri saya. Ya, kemudian tetap saya tilang," kata Jailani tanpa terlihat menyesal.

Sontak saja istrinya yang baru menyadari ditilang oleh suaminya sendiri kaget bukan kepalang. Kepada detikJatim, perempuan itu mengaku malu karena itu dilakukan di hadapan banyak orang saat CFD.

"Saya sampai musuhan tiga hari itu sama dia. Tapi, ya, akhirnya dia menjelaskan kenapa dia melakukan itu. Saya juga sadar, itu memang salah saya," kata Rahmawati istri Aiptu Jailani.

Aiptu Jailani Teguh Tolak Suap SIM

Sikap jujur dan disiplin Aiptu Jailani itu sangat dikagumi oleh atasannya di Polres Gresik yakni AKP Engkos Sarkosi selaku Kasat Lantas Polres Gresik. Dia mengaku menjadi saksi hidup dari kebaikan Aiptu Jailani.

"Saya sendiri saksi hidup, saya kenal beliau dari tahun 2017. Yang jelas konsistensi beliau pada saat saya mulai kenal 2017 sampai dengan sekarang itu tidak pernah surut, dalam arti konsistensi kejujuran, kegigihan semangatnya beliau nggak ada padam-padamnya, malah bener-bener konsisten. Dari mulai kejujuran, disiplin waktu, tegas, nggak tebang pilih masalah pelanggaran, beliau tetap konsisten sampai sekarang," ucap Engkos kepada detikcom, Selasa (19/4).

Engkos menyebut Aiptu Jailani memang tak tebang pilih menindak pelanggar lalu lintas. Bukan cuma istrinya sendiri, Aiptu Jailani disebut juga pernah menilang pejabat seperti anggota DPR dan KPK.

Dia mengatakan polisi yang telah bertugas sejak 1999 di Sat Lantas Polres Gresik itu memang menjadi teladan bawahan hingga atasannya. Menurut Engkos, saking disiplinnya Aiptu Jailani dalam kegiatan apel-apel dan pelayanan kepada masyarakat nyaris tidak pernah tertinggal.

"Saya (pernah) ngetes-ngetes masalah pelaksanaan tugas. 'Pak, tolong ini ada misalnya kegiatan sosial, ada dananya seperti apa' wah beliau dengan detail 'Ini, Ndan, dananya sekian, saya bisa pertanggungjawabkan, komandan bisa crosscheck ke vendornya atau ke tokonya yang saya belikan untuk kegiatan tersebut' itu contoh kecil ya. Masalah keuangan, masalah kegiatan beliau sangat bersih," kata Engkos.

Aiptu Jailani dipercaya atasan memegang jabatan menjadi Baur SIM Satpas Polres Gresik. Engkos mengatakan tugas di posisi yang diduduki Aiptu Jailani sangat rawan terjadi penyimpangan berupa suap-menyuap. Tapi, Aiptu Jailani berkomitmen untuk menolak suap.

"Beliau berkomitmen, intinya 'saya bantu dengan saya melatih kamu, bukan saya memudahkan kamu untuk oh ayo jadi'. Jadi dilatih dulu sama beliau, dia bantu cuma dibantunya itu dengan kamu harus mahir dulu, karena apa? 'Karena tanggung jawab saya sebagai Baur SIM meloloskan kamu dengan cuma-cuma, nanti kalau ada kecelakaan di jalan, ke saya beban morilnya, tanggung jawab morilnya ada di saya'," kata Engkos menirukan apa yang pernah diungkap Aiptu Jailani.

Engkos menyebut Aiptu Jailani memilih melatih orang yang hendak membuat SIM dengan melatihnya hingga mahir supaya bisa lolos ujian secara murni. Aiptu Jailani, menurut Engkos, tak pernah mau membantu orang mengurus SIM dengan cara disuap.

"Nggak pernah sama sekali (terima suap), saya saksi hidupnya. Pernah saya tes saya pengen lihat kejujurannya, kasih uang. Nggak mau dia. Malah pernah waktu itu ada satu orang yang praktik SIM dan waktu itu saya masih jabatan Kanit Regiden di Gersik juga, di lipatan amplopnya itu ada uang supaya diluluskan, langsung dilaporkan ke Provos," ungkapnya.

Uji Publik Hoegeng Awards

Saat ini agenda Hoegeng Awards 2022 adalah uji publik terhadap 9 besar kandidat, yang salah satunya adalah Aiptu Jailani untuk kategori Polisi Berintegritas. Pembaca yang memiliki tambahan informasi baik sisi positif maupun negatif soal Aiptu Jailani bisa memberi masukan. Masukan bisa dikirim ke email redaksi@detik.com dengan subjek Hoegeng Awards 2022. Redaksi menjamin kerahasiaan identitas pembaca detikcom yang mengirimkan masukan tersebut.

(fas/idn)