Cerita Korban Selamat Kecelakaan Maut Ciamis: Wajah Luka Kena Pecahan Kaca

Cerita Korban Selamat Kecelakaan Maut Ciamis: Wajah Luka Kena Pecahan Kaca

Khairul Ma'arif - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 21:41 WIB
Agus Sukamto, korban selamat kecelakaan maut bus di Ciamis
Agus Sukamto, korban selamat kecelakaan maut bus di Ciamis (Foto: Khairul/detikcom)
Jakarta -

Agus Sukamto sangat bersyukur bisa selamat dari kecelakaan maut bus yang ditumpanginya di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Namun, ia tetap mengalami luka-luka di bagian kepalanya karena pecahan kaca.

Saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten, terlihat masih jelas luka-luka yang terdapat di wajahnya. Luka tersebut sangat nampak masih merah.

"Kena material ya, pecah-pecahan kaca. Sama di kepala ini pecah, kena batu," kata Agus kepada wartawan di rumahnya, Minggu (22/5/2022).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus mengatakan ia hendak berangkat berziarah bersama anak, istri dan mertuanya. Ia duduk tepat di belakang Almarhum Sri Mulyani yang menjadi korban tewas dalam kejadian tersebut.

"Saya dengan anak dua, sama istri sama mertua, berlima di kendaraan yang sama. Istri saya ada robek, sama anak-anak saya juga. Mertua saya juga ada robek. Jadi almarhum di depan, saya mertua dengan anak-anak satu deret," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Agus mengeluhkan kesigapan petugas yang terlambat untuk menolong korban kecelakaan bus maut. Menurutnya, petugas datang saat semua korban sudah berada di rumah sakit.

Ia menceritakan bagaimana saat awal sekali kejadian dalam keadaan terluka tetap mengevakuasi korban luka dari dalam bus. Agus hanya dibantu oleh warga sekitar yang juga ikut menolong.

"Petugas agak telat, saya turunkan anak semua kosong, baru mereka datang. Ya setelah kosong penumpang itu baru mereka datang. Ada mungkin satu dua jam, setelah kejadian," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Agus mengatakan kejadian itu dapat dijadikan evaluasi terkait pengawasan terhadap perusahaan otobus. Selain itu, ia menambahkan petugas di lapangan jangan sampai lengah meski mudik Lebaran telah usai pelaksanaannya.

Sementara itu, Agus menduga kecelakaan maut tersebut bukan karena rem blong. Menurutnya, kecelakaan itu terjadi karena kelalaian manusia.

"Saya rasa kalau mobil baru tidak masuk di akal jika rem blong. Tapi perkiraan saya, analisa saya, kecepatan (saat turunan) itu di gigi tinggi. Makanya KNKT kan kebetulan di sana, sebagai badan yang menangani, kan harusnya dicek. Ada oknum yang berbuat di luar itu," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(fas/fas)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads