Fadli Zon Kenang Sosok Fahmi Idris: Berani Lawan Intel Pengancam Mahasiswa

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 18:50 WIB
Jakarta -

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon turut hadir mengikuti prosesi pemakaman politikus senior Golkar, Fahmi Idris. Fadli menceritakan satu peristiwa lawas tentang Fahmi Idris yang tak ia lupakan hingga kini.

Fadli mengenang Fahmi sebagai sosok yang berani saat menjadi aktivis. Fadli menceritakan Fahmi pernah melawan intelijen yang mengancam gerakan mahasiswa pada era 1960-an.

"Salah satu peristiwa yang tidak bisa dilupakan, Pak Fahmi itu berani waktu itu melawan intelijen di tahun '60-an, yang waktu itu mengancam gerakan mahasiswa," ujar Fadli usai mengikuti pemakaman jenazah Fahmi di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (22/5/2022).

Tak hanya itu, Fadli juga menyebut Fahmi sebagai tokoh penggerak muda angkatan '66. Dia disebut banyak dikenal oleh kalangan aktivis mahasiswa era itu.

"Seseorang yang berani, konsisten, istikamah, dan pemegang prinsiplah, gitu, ya. Bahkan yang aktivis juga mengingatnya. Tahun '60-an beliau juga tokoh penggerak muda dari angkatan '66 melawan komunisme," ucapnya.

Bagi Fadli, Fahmi merupakan sosok dengan semangat yang luar biasa. Dia mengaku merasa kehilangan tokoh nasional atas kepulangan Fahmi.

"Semangat hidupnya luar biasa, dan orangnya selama ini juga sangat mengayomi yang muda-muda. Kita kehilangan seorang tokoh nasional yang sangat bijak melihat situasi," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Fahmi Idris dikabarkan meninggal dunia, Minggu (22/5) pukul 10.00 WIB di ICU RS Medistra, Jakarta.

Kabar duka itu disampaikan oleh Fahira Idris melalui akun Twitter resminya, @fahiraidris, seperti dilihat, Minggu (22/5/2022).

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah ayah saya, bapak Prof. Dr. H. Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo @fahmiidris1. Wafat jam 10.00 WIB di ICU RS Medistra," kata Fahira.

Fahira memohon kepada semua pihak untuk membukakan pintu maaf kepada sang ayah. "Mohon dimaafkan ayah Fahmi Idris jika selama hidup memiliki salah dan khilaf," tulis Fahira.

(ain/fca)