Cerita Korban Selamat dari Longsor Cijeruk Bogor: Tahan Reruntuhan Demi Anak

Muchammad Sholihin - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 15:38 WIB
Proses evakuasi korban longsor di Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu (22/5)
Proses evakuasi longsor di Cijeruk, Kabupaten Bogor (Sholihin/detikcom)
Jakarta -

Fitri salah satu korban selamat dari longsor di Desa Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor menceritakan saat-saat tembok penahan tebing (TPT) roboh. Dia pun sempat menahan reruntuhan demi menyelamatkan tiga anaknya.

Fitri menyebut, longsor terjadi begitu cepat pada Sabtu (21/5) sore. Saat kejadian, ia bersama suami, Duduh, dan tiga anaknya sedang berada di depan rumah. Fitri berada di pintu utama dan melihat TPT mulai tergerus air.

"Jadi waktu itu suami saya baru pulang kerja, terus bilang kan itu banyak air keluar dari tebing vila. Saya di pintu sama anak-anak, suami di depan rumah. Pas lihat air makin keluar dari bawah (tebing) saya langsung lari sama anak-anak, lari ke dapur," kata ditemui di rumah pengungsian sementara, Minggu (22/5/2022).

Fitri yang tengah hamil 8 bulan itu selamat setelah berlari ke ruang dapur bersama 3 anaknya. Sementara sang suami, Duduh, tidak dapat menghindar dan tertimpa batu serta beton TPT yang longsor.

"Suami saya nggak sempat lari, keburu tertimpa tebing beton itu, suami saya tertimbun. Itu terakhir kelihatan suami saya," kata Fitri.

Fitri dan 3 anaknya sempat terjebak di ruang dapur selama sekitar 5-10 menit. Ia juga terus berjuang menahan reruntuhan dengan punggungnya agar tidak menimpa ketiga anaknya. Saat itu, ketiga anak Fitri terus memeluk tubuhnya.

Fitri mengaku tidak bisa banyak bergerak, karena kakinya sudah terhimpit reruntuhan tanah dan lumpur. Ia hanya terus memastikan ketiga anaknya selamat. Karena saat itu, pandangannya sudah terbatas akibat suasana gelap dan banyak debu berterbangan.

"Saya udah nggak bisa gerak lagi di dapur, punggung ketimpa itu runtuhan rumah. Saya juga jaga anak anak saya, pada peluk saya kan. Jadi punggung saya saja tertimpa reruntuhan rumah, terus kaki ini sudah tertutup lumpur," cerita Fitri.

"Tapi Alhamdulilah-nya bagian kepala mah nggak tertutup, nyeplos di sela-sela lubang. Kepala anak-anak juga ke angkat semua. Jadi saya juga masih bisa merhatiin anak-anak dimana. Anak saya yang ini gerak gerak tangannya tuh cari lubang mau keluar, tapi terus nggak lama ada warga, diangkat. Lumayan ya ada 5 menitan (terjebak reruntuhan)," tambahnya.

Warga yang berhasil mengevakuasi Fitri dan 3 anaknya dari reruntuhan, langsung membawanya ke tempat penampungan sementara. Sementara warga lainnya mengevakuasi Duduh, dan 3 orang lainnya yang juga tertimbun.

Duduh yang tertimbun sejak sekitar pukul 17.50 WIB kemudian ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB. Ia ditemukan meninggal dunia di halaman rumahnya, dibawah timbunan batu dan beton.

"Jadi kalau saya sama anak anak ketimpa reruntuhan rumah, kalau suami saya ketimpa tembok beton tebing itu, yang longsor, itu vila," kata Fitri.

Sementara dua korban jiwa lainnya, yakni Umuh dan cucunya Siti Nafisa alias Nafis ditemukan sekitar pukul 23.30 WIB. Sedangkan 1 kotban lainnya atasnama Masnoneng alias Eneng (24) hingga siang ini masih dalam proses evakuasi oleh Tim SAR gabungan.

Simak juga 'Kepala BMKG Beberkan Rumus Agar Zero Victims':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)