Kubah Lava Gunung Merapi Stabil

Kubah Lava Gunung Merapi Stabil

- detikNews
Senin, 05 Jun 2006 07:09 WIB
Yogyakarta - Walaupun masih aktif mengeluarkan awan panas alias wedhus gembel, namun kubah lava merapi masih cukup stabil. Meski begitu warga harus tetap waspada mengingat telah ditetapkan status awas Merapi."Dari foto rekap, menunjukkkan ada perubahan, terutama kubah lava 2006 makin tinggi," ujar Heru Suparwoko petugas Pos Pengamatan Merapi di Kaliurang, Yogyakarta, kepada detikcom, Senin (5/6/2006).Dikatakan Heru kemungkinan kubah lava runtuh semua memang ada. Namun berdasarkan pantauannya hingga Senin pagi pukul 07.00 WIB, indikasi tersebut masih belum ditemui."Guguran lava pijar sekarang ini karena luberan, ada tekanan dari dalam gunung ke permukaan karena masih ada gempa multi fase," imbuh Heru.Seperti himbauan yang telah disampaikan pada masyarakat sekitar beberapa saat lalu, untuk daerah awas Merapi yakni radius 700 km dari puncak dan 300 meter dari bibir sungai harus dikosongkan."Kami tidak umumkan untuk mengungsi, tapi warga yang mengkondisikan menjauhi daerah sekitar awas merapi untuk menjaga hal yang tidak diinginkan," kata Heru.Ditambahkan dia, terutama yang mengarah ke guguran di arah tenggara, barat dan selatan. Tepatnya di sepanjang jalur Kali Krasak, Bebeng, Bedog, Boyong dan Gendol.Volume material kubah lava baru disampaikan Heru sudah mencapai 4 juta meter kubik. Angka itu akan terus bertambah. Sementara ketinggiannya diperkirakan lebih dari 100 meter dengan diameter 260 meter."Guguran lava pijar juga masih bervariasi, besar dan kecil," imbuh Heru.Untuk Senin 5 Juni, berdasarkan catatan Pos Pengamatan, hingga pukul 06.00 WIB telah terjadi 3 kali awan panas ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 1 km. Guguran lava pijar juga tampak sebanyak 15 kali mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur 2 km. Ke arah Kali Gendol terjadi 21 kali dengan jarak luncur 1 km. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads