Protes Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, PKS Ungkit soal Penyakit Seksual

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 22 Mei 2022 06:15 WIB
Kedubes Inggris untuk RI memposting dukungan atas LGBT
Foto: Kedubes Inggris untuk RI memposting dukungan atas LGBT (dok.Instagram @ukinindonesia)
Jakarta -

Pengibaran bendera LGBT di Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta menimbulkan polemik. PKS memprotes keras pengibaran bendera LGBT tersebut.

Ketua Polhukam DPP PKS Al Muzammil Yusuf sudah menduga sikap Kedubes Inggris yang lebih condong mendukung LGBT. Muzammil menyebut hal itu bukan pertama kali terjadi.

"Pada 2018-2019 lalu saat pembahasan RUU KUHP di DPR terkait pasal tentang LGBT ada 22 Dubes Eropa datang ke DPR yang intinya menolak jika LGBT 'diharamkan' di Indonesia," ujar Muzammil ketika dihubungi, Sabtu (21/5/2022).

"Mereka, Dubes Eropa menganggap LGBT itu HAM," lanjutnya.

Dia menyebut negara-negara barat yang mengaku negara demokratis tidak mau mengakui hak rakyat Indonesia untuk mengatur hukum sesuai budaya bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45. Dia kemudian mengungkit soal penyakit tatanan keluarga di negara-negara luar barat yang lebih kokoh dan lebih bersih penyakit kelamin.

"Barat harusnya lebih rendah hati untuk melihat bahwa tatanan keluarga di negara timur (di luar barat) lebih kokoh, harmonis, bahagia dan lebih bersih dari berbagai penyakit seksual," ujar Muzammil.

"Barat harusnya mau rendah hati untuk belajar dari etika dunia timur terkait masalah etika seksual dan harmoni keluarga. Bukan malah sebaliknya," sambungnya.

Sebelumnya, kantor Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia yang berkedudukan di Jakarta sempat mengibarkan bendera pelangi LGBT. Namun kini bendera LGBT itu telah dicopot dan diganti dengan bendera Ukraina.

Sementara soal bendera LGBT, akun Instagram resmi Kedutaan Inggris untuk Indonesia memberikan keterangannya. Pengibaran bendera warna-warni itu untuk memperingati hari anti-homofobia, 17 Mei.

"Kemarin, pada Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan Transfobia (IDAHOBIT) - kami mengibarkan bendera LGBT+ dan menggelar acara, demi kita semua yang merupakan bagian dari satu keluarga manusia," demikian keterangan Kedutaan Besar Inggris untuk RI via akun resmi Instagram-nya.

Sikap pemerintah Inggris jelas, mendukung LGBT. Mereka mendesak masyarakat internasional untuk menghapus diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Inggris mendukung keberagaman dan toleransi.

"Kami mendesak negara-negara untuk mendekriminalisasi hubungan seks sejenis yang konsensual, dan untuk memperkenalkan undang-undang yang melindungi orang-orang LGBT+ dari segala bentuk diskriminasi," kata Kedutaan Inggris.

Simak juga 'Sorotan Anggota Dewan ke Deddy Corbuzier Terkait Konten LGBT':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/haf)