Anwar Abbas: LGBT Bisa Bikin Manusia Punah 150 Tahun Lagi

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 19:23 WIB
Waketum MUI Anwar Abbas
Anwar Abbas (Sumber: mui.or.id)
Jakarta -

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menilai Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) bisa bikin manusia menjadi punah. Soalnya, perkawinan dua orang berjenis kelamin sama tidak bisa menghasilkan keturunan.

"Jadi praktik LGBT ini merupakan praktik yang anti-manusia dan kemanusiaan karena bisa menyebabkan punahnya manusia di atas dunia ini," kata Anwar dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (21/5/2022).

Anwar menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi berkibarnya bendera pelangi LGBT di kantor Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, di Jakarta, 17 Mei kemarin, bertepatan dengan Hari Internasional anti-homofobia. Muhammadiyah menyesalkan sikap Kedubes Inggris yang dinilai Anwar tidak menghormati Indonesia. Anwar menilai LGBT anti-kemanusiaan sehingga hak LGBT bukan hak asasi manusia.

"Praktik LGBT tersebut merupakan tindakan yang secara jelas anti-manusia dan kemanusiaan karena dia akan membuat punah umat manusia karena adalah mustahil laki-laki kawin dengan laki-laki atau perempuan kawin dengan perempuan akan melahirkan anak. Jadi, kalau penduduk bumi yang jumlahnya saat ini sekitar 8 miliar, bila mereka melakukan perkawinan sejenis, sudah bisa diperkirakan 150 tahun yang akan datang tidak akan ada seorang pun anak manusia di muka bumi ini," ujarnya.

Bendera pelangi di Kedutaan Inggris

Soal bendera LGBT, akun Instagram resmi Kedutaan Inggris untuk Indonesia memberikan keterangannya. Pengibaran bendera warna-warni itu untuk memperingati hari anti-homofobia, 17 Mei.

"Kemarin, pada Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan Transfobia (IDAHOBIT) - kami mengibarkan bendera LGBT+ dan menggelar acara, demi kita semua yang merupakan bagian dari satu keluarga manusia," demikian keterangan Kedutaan Besar Inggris untuk RI via akun resmi Instagram-nya.

Sikap pemerintah Inggris jelas, mendukung LGBT. Mereka mendesak masyarakat internasional untuk menghapus diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Inggris mendukung keberagaman dan toleransi.

"Kami mendesak negara-negara untuk mendekriminalisasi hubungan seks sejenis yang konsensual, dan untuk memperkenalkan undang-undang yang melindungi orang-orang LGBT+ dari segala bentuk diskriminasi," kata Kedutaan Inggris. Dipantau detikcom pada Sabtu (21/5/2022) siang, bendera pelangi LGBT itu sudah tidak ada.

(dnu/idh)