Dosen Pulkam IPB University Luncurkan Teknologi Wafer Pakan di Ponpes Gresik

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 13:35 WIB
Dosen Pulang Kampung IPB University luncurkan teknologi wafer pakan (dok. Istimewa)
Dosen Pulang Kampung IPB University meluncurkan teknologi wafer pakan (dok. Istimewa)
Jakarta -

Dosen Pulang Kampung (DosPulKam) merupakan program pengabdian masyarakat yang diluncurkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University sejak 2022. Salah satunya pelatihan dan pendampingan diseminasi teknologi wafer pakan untuk meningkatkan produktivitas kambing di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi, Surowiti, Gresik.

Dalam sambutannya, pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Surowiti Gresik Muhammad Thoha yang sekaligus Kepala SMK Muhammadiyah 5 Gresik mengatakan pihaknya sangat mendukung penerapan inovasi wafer pakan yang digagas oleh Prof Yuli dan Prof Iman melalui Program DosPulKam IPB University. Hal ini karena santri disekolahkan di SMK yang memiliki jurusan unggulan ternak ruminansia dan mendukung misi pondok pesantren menciptakan lulusan sebagai mubalig-mubalig yang mempunyai usaha peternakan sukses.

Profesor Yuli Retnani, sang inovator, memaparkan tentang program Dosen Pulang Kampung dengan usulan kegiatan pelatihan dan pendampingan pemberian wafer pakan pada ternak kambing peliharaan santri-santri pondok pesantren. Yuli menyebut pelatihan telah dilaksanakan pada 17-18 Mei 2022 kepada 55 siswa dan dilanjutkan pendampingan berupa training of trainer (ToT) selama Mei dan Juni 2022. Program ini sebagai penerapan teknologi yang merupakan inovasi Fakultas Peternakan IPB University.

Pada saat pendampingan, terpilih lima orang santri sebagai TOT yang dibina terus-menerus untuk meningkatkan produktivitas kambing dengan pemberian wafer pakan. Pendampingan dilakukan sejak adaptasi pakan wafer, penimbangan berat badan ternak, pengukuran konsumsi pakan dan uji kualitas sampel pakan. Penerapan wafer pakan bertujuan untuk meningkatkan performa kambing peliharaan sekaligus mengurangi biaya pakan saat ini. Pengolahan pakan menjadi bentuk wafer akan menjadi aktivitas bersama pada dua teaching factory (TeFa) yang dimiliki oleh SMK, yaitu TeFa budi daya kambing dan TeFa produksi pakan.

"Kegiatan DosPulKam ini bertujuan sebagai arena pembelajaran santri-santri pondok pesantren untuk menjadikan ternak peliharaan lebih produktif dan lebih menguntungkan dengan penerapan teknologi wafer pakan," jelas Prof Yuli pada pelatihan wafer pakan di ruang kelas SMK Muhammadiyah 5 Gresik, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/5/2022).

Prof Yuli juga menjelaskan wafer dapat menggunakan berbagai bahan pakan lokal yang tersedia di sekitar ponpes, seperti daun turi atau limbah sayuran pasar, yang banyak ditemukan dan belum termanfaatkan. Dengan demikian, siswa dapat memproduksi wafer dengan lebih murah dan terjamin ketersediaannya.

Santri yang mengambil jurusan Ternak Ruminansia di SMK Muhammadiyah 5, Mahendra, menyampaikan kegiatan ini menambah wawasan. Sebelumnya, ia hanya mengetahui teknologi pakan silase, namun sekarang sudah mengetahui teknologi wafer pakan. Tidak hanya pengetahuan, namun juga merasa bahagia karena diberi pendampingan langsung selama satu bulan tentang bagaimana cara pemberiannya pada ternak peliharaan.

"Saya sangat bersyukur sekali ketika kami mendapatkan pengetahuan dari Prof Yuli dan Prof Iman dengan Program DosPulKam IPB University tentang pengolahan wafer pakan langsung dari inventornya," ujar Mahendra.

Pada kesempatan yang sama, Prof Iman Rahayu sebagai tim DosPulKam IPB University menceritakan tentang wawasan manfaat peternakan secara umum dengan menghasilkan produk-produk ternak, seperti daging, susu, dan telur. Ia juga menceritakan secara umum manajemen kandang yang baik.

(azh/idh)