Gus Yahya Sebut Tak Relevan Bicara Struktural dan Kultural: Semua Satu NU

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 02:12 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di Istana Kepresidenan Bogor. Gus Yahya datang untuk melaporkan hasil Muktamar ke-34 NU beberapa waktu lalu di Lampung.
Foto: (Kris-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan kini tidak relevan lagi jika berbicara mengenai PBNU kultural dan PBNU struktural. Gus Yahya menyebut NU kini semuanya satu.

"Ada Kyai Mustofa Bisri di sini, ada Habib Zein bin Smith di sini, semuanya ada di sini, sehingga kalau ngomong kultural dan struktural sudah tidak relevan lagi sekarang, semuanya satu NU," kata Gus Yahya usai acara Konferensi Besar PBNU 2022 di Hotel Yuan Garden, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2022) malam.

Gus Yahya menyebut saat ini semua warga NU sudah satu menjadi satu barisan baik yang berpengaruh secara kultural maupun struktural. Hal itu karena, sebut Gus Yahya, semua warga NU sudah merasakan adanya semangat baru ber-NU.

"Semuanya sekarang ikut dalam satu barisan, karena orang sudah merasakan adanya semangat baru di dalam ber-NU, sehingga hari ini sih, di dalam forum ini semua yang berpengaruh secara kultural maupun struktural semua ada di sini dalam satu barisan," ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya tak mau berkomentar banyak mengenai unggahan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di Instagram pribadinya yang memuat kaus bertuliskan 'NU Kultural Wajib Ber-PKB, Struktural Sakarepmu'. Gus Yahya berbicara soal kualitas.

"Ya gimana ya ini soal kualitas ya kita tanggapi yang berkualitas saja lah," ujarnya.

Simak selengkapnya hubungan Cak Imin dan Gus Yahya memanas di halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Survei Capres Pilihan Warga NU: Khofifah Ungguli Cak Imin

[Gambas:Video 20detik]