Bea Cukai Gelar Konferensi Pimpinan Administrasi Pabean Se-Asia Pasifik

Atta Kharisma - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 21:16 WIB
Bea Cukai
Foto: Dok. Bea Cukai
Jakarta -

Mengemban tugas sebagai World Customs Organisation (WCO) Vice-chair Asia Pacific, Bea Cukai menyelenggarakan 'The 23rd WCO Asia Pacific Regional Head of Customs Administration (RHCA) Conference' pada tanggal 18-19 Mei 2022. RHCA Conference merupakan pertemuan tingkat direktur atau pimpinan tertinggi administrasi pabean se-Asia Pasifik yang beranggotakan 33 negara, termasuk beberapa negara maju seperti Australia, China, Jepang, dan Korea.

Konferensi ini bertujuan membahas rencana dan program-program strategis WCO yang telah dan akan dilaksanakan di level Asia Pasifik. Kegiatan yang digelar secara virtual di Nusa Dua, Bali ini membahas beberapa agenda penting WCO, diantaranya inisiatif dan kebijakan WCO, Rencana Strategis WCO 2022-2025, laporan Bea Cukai sebagai wakil ketua WCO Asia Pasifik (A/P), Regional Office for Capacity Building (ROCB) A/P, Regional Intelligence Liaison Office (RILO) A/P, hingga rencana strategis kegiatan-kegiatan kepabeanan di Kawasan Asia Pasifik ke depan.

Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani menjelaskan selain membahas isu kepabeanan, konferensi ini juga menunjukkan ketahanan dan kekuatan Asia-Pasifik untuk pulih dari krisis akibat pandemi global.

"Kami yakin pertemuan ini merupakan momentum untuk membina hubungan baik dengan instansi kepabeanan dunia, meningkatkan kerja sama pengawasan dan pelayanan, dan memenuhi kebutuhan bersama di kawasan Asia Pasifik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/5/2022).

Ia mengungkapkan terlaksananya The 23rd WCO Asia Pacific Regional Head of Customs Administration (RHCA) Conference akan memperkuat peran instansi kepabeanan dalam mengantisipasi berbagai tantangan, termasuk perkembangan pandemi COVID-19.

"Seperti yang kita ketahui bersama, tantangan semakin berkembang, baik dari sisi pangan, keamanan pangan, energi, maupun keuangan. Atas hal ini, kita bisa melihat peran instansi kepabeanan sangat penting dalam mengefisiensikan perdagangan dunia, mendukung pemulihan ekonomi, dan menghadapi pandemi COVID-19 saat ini," terangnya.

"Kami pun berharap dengan berakhirnya masa jabatan Bea Cukai sebagai WCO Vice-chair pada Juni 2022 dan akan digantikan oleh Australia, akan memperkuat peran instansi kepabeanan dalam mengantisipasi tantangan yang ada," sambung Askolani.

Dalam konferensi ini, Bea Cukai berkesempatan memaparkan program National Logistic Ecosystem (NLE) sebagai salah satu terobosan kebijakan kepabeanan Indonesia. Program ini juga sejalan dengan tema tahunan WCO, yaitu 'Meningkatkan Transformasi Digital Kepabeanan dengan Merangkul Budaya Data dan Membangun Ekosistem Data'.

"Di Indonesia, perkembangan budaya data telah digaungkan mulai dari Kementerian Keuangan RI. Pentingnya data dalam pembahasan pembuatan kebijakan dan pengelolaan SDM menjadi salah satu pertimbangan yang sedang dikaji, dilaksanakan, dan dievaluasi. Sedangkan sebagai respons dalam perbaikan prosedur kepabeanan Indonesia, telah terlaksana program NLE yang bermanfaat untuk menyelaraskan dan menyederhanakan prosedur kepabeanan secara efektif," pungkasnya.

(akn/ega)