Bea Cukai Ungkap Modus Penyelundupan 30.911 Benih Lobster ke Singapura

Hanifah Widyas - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 15:41 WIB
Bea Cukai
Foto: Bea Cukai
Jakarta -

Kasus penyelundupan 30.911 benih lobster di Terminal 2 Keberangkatan Internasional Bandara Juanda akhirnya terungkap. Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (17/05), Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I Padmoyo Tri Wikanto menjelaskan upaya penyelundupan tersebut.

Pada tanggal 12 Mei 2022, akan ada keberangkatan dari Surabaya menuju Singapura melalui Terminal 2 Keberangkatan Internasional Bandara Juanda. Namun, seorang intelejen menginformasikan akan ada pengiriman BBL (Benih Bening Lobster).

Berdasarkan informasi tersebut, petugas berjaga dan mencurigai seorang penumpang yang membawa barang bawaan berupa koper dan tas ransel. Penumpang tersebut diketahui merupakan penumpang pesawat Scoot Air TR263 tujuan Surabaya-Singapura.

"Penggagalan upaya penyelundupan ini berawal dari informasi intelijen yang kami terima bahwa akan ada pengiriman BBL yang berangkat dari Surabaya tujuan Singapura pada tanggal 12 Mei 2022 melalui Terminal 2 Keberangkatan Internasional Bandara Juanda. Petugas mencurigai penumpang berinisial ST dengan barang bawaan berupa koper dan tas ransel yang menjadi target operasi penyelundupan Baby Lobster. Penumpang tersebut merupakan penumpang pesawat Scoot Air TR263 tujuan Surabaya-Singapura," papar Padmoyo dalam keterangan tertulis, Rabu (18/05/2022).

Padmoyo melanjutkan petugas akhirnya segera memeriksa penumpang beserta barang bawaannya dan mendapatkan 41 kantong BBL. Sebanyak 23 kantong disembunyikan di dalam koper dan 18 kantong disembunyikan di dalam tas ransel. BBL tersebut dibawa tanpa disertai dokumen resmi.

"Untuk memastikan jumlah dan jenis dari BBL tersebut, Bea Cukai menggelar pemeriksaan dan pencacahan bersama dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I, dan mendapatkan BBL dengan jumlah total keseluruhan 30.911 ekor. Selanjutnya, kasus ini akan kami proses secara hukum lebih lanjut, sesuai prosedur yang berlaku terkait pelanggaran Undang-undang Kepabeanan," lanjut Padmoyo.

Upaya penyelundupan BBL tersebut akhirnya berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Juanda yang bekerjasama dengan Satgaspam Lanudal Juanda, Pomal Lanudal Juanda, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, BKIPM Surabaya I, PT Angkasa Pura I (Persero), serta Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya.

Padmoyo menjelaskan tersangka sudah ditetapkan dan sudah dilakukan penyidikan untuk menindaklanjuti penanganannya. Barang bukti berupa BBL juga telah diserahterimakan ke BKIPM Surabaya I untuk ditangani lebih lanjut.

Ia menganggap pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama yang baik dan wujud sinergi komunitas Bandara Juanda.

"Berkaitan dengan tindak lanjut penanganannya, kami melakukan penyidikan dan sudah ditetapkan tersangkanya. Kami akan terus melaporkan perkembangan pemberkasannya dan akan mengajukannya ke Kejaksaan Negeri untuk mendapatkan persetujuan pemberkasan penyidikannya dan apabila sudah P21 akan dibawa ke Pengadilan," tutup Padmoyo.

Kegiatan pengiriman BBL ini diduga melanggar pasal 102A Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000,00 dan paling banyak Rp5.000.000.000,00.

(ega/ega)